Rumah Bubungan Lima: Rumah Adat Bengkulu untuk Acara Adat

Rumah Bubungan Lima: Rumah Adat Bengkulu untuk Acara Adat

Last Updated: 10 January 2026, 06:00

Bagikan:

rumah bubungan lima
Foto: Pinterest / Athri Nyazz

Rumah Bubungan Lima – Rumah adat dari Provinsi Bengkulu yang berbentuk rumah panggung dan ditopang oleh beberapa tiang penopang. Bangunan ini tidak digunakan sebagai rumah tinggal sehari-hari, melainkan dimanfaatkan khusus untuk penyelenggaraan acara adat masyarakat Bengkulu.

Struktur Rumah Bubungan Lima terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian atas, bagian tengah, dan bagian bawah. Menurut Wikipedia,  pembangunan rumah adat ini menggunakan bahan dasar kayu yang kuat dan tahan lama, terutama kayu Medang Kemuning. Ketinggian bangunan dirancang untuk melindungi penggunanya dari gangguan binatang liar serta risiko bencana alam seperti banjir. Akses masuk ke dalam rumah dilakukan melalui tangga dengan jumlah anak tangga ganjil, sesuai dengan kepercayaan masyarakat Bengkulu. Pada masa lalu, Rumah Bubungan Lima berfungsi sebagai tempat tinggal raja atau kaum bangsawan, dan saat ini dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang juga berperan sebagai objek wisata.

Bagian-bagian Rumah Bubungan Lima

Bagian Atas Rumah Bubungan Lima

Bagian atas bubungan lima terdiri dari atap yang menggunakan material injuk enau, sirap, atau seng. Bentuk atapnya beragam, seperti limas, bubungan haji, dan bubungan jembatan. Pada bagian ini juga terdapat pacu atau plafon yang terbuat dari papan atau pelupuh. Selain itu, terdapat pera sebagai balok bagian atas yang menghubungkan tiang-tiang, kap sebagai kerangka untuk menempel kasau, reng sebagai tempat menempelnya atap, kasau yang berfungsi mendasi reng, serta listplang sebagai bagian penyunting.

Bagian Tengah Rumah Bubungan Lima

Bagian tengah bubungan lima mencakup kusen yang berfungsi sebagai kerangka jendela dan pintu. Pintu dan jendela ada yang berbentuk biasa dan berbentuk ram. Dinding rumah terbuat dari papan atau pelupuh. Pada bagian ini juga terdapat tulusi atau lubang angin yang berfungsi sebagai ventilasi udara dan biasanya dilengkapi ragam ukiran. Selain itu, terdapat tiang penjuru, piabung sebagai tiang penjuru halaman, tiang tengah, serta bendu sebagai balok yang melintang sepanjang dinding.

Bagian Bawah Rumah Bubungan Lima

Bagian bawah bubungan lima terdiri dari lantai yang terbuat dari papan, bambu, atau pelupuh. Terdapat geladak berupa rangkaian papan yang dipasang sepanjang dinding luar dan di atas balok. Struktur lainnya meliputi balok besar sebagai kerangka lantai, tailan sebagai tempat menempelnya lantai, blandar sebagai penahan talian, bedu sebagai balok tempat meletakkan rel, serta pelupuh kamar tidur yang posisinya sejajar dengan lantai papan namun berada di atas bidai. Pada bagian ini juga terdapat lapik tiang berupa batu fondasi rumah serta tangga depan dan tangga belakang.

Susunan Ruang dan Fungsinya

Rumah bubungan lima memiliki susunan ruang yang dirancang dengan fungsi tertentu. Berendo berfungsi sebagai tempat menerima tamu yang belum dikenal dan biasanya hanya digunakan dalam waktu singkat. Bagi anak-anak, berendo sering dimanfaatkan sebagai tempat bermain.

Hall digunakan untuk menerima tamu yang sudah dikenal seperti sanak famili. Ruang ini juga berfungsi sebagai tempat bercengkerama bersama keluarga pada malam hari, tempat belajar dan mengaji anak-anak, serta kadang digunakan untuk acara selamatan dan musyawarah mufakat keluarga.

Bilik gedang merupakan tempat tidur yang diperuntukkan bagi pemilik rumah beserta anak-anak yang masih kecil. Sementara itu, bilik gadis adalah kamar khusus untuk anak perempuan dan biasanya berdampingan dengan bilik gedang guna mempermudah pengawasan dan keamanan.

Ruang tengah berfungsi sebagai tempat menerima tamu ibu rumah tangga atau keluarga dekat anak gadis. Di ruangan ini biasanya tidak terdapat perabot rumah, melainkan tikar yang digunakan untuk tamu. Ruang tengah juga kadang digunakan untuk belajar mengaji atau sebagai tempat tidur anak bujang. Ruang makan bersifat opsional dan jarang ditemukan pada rumah bubungan lima berukuran kecil, sehingga ruang tengah sering dijadikan alternatif tempat makan.

Garang merupakan tempat tempayan air yang berfungsi untuk mencuci piring dan membersihkan kaki sebelum masuk rumah atau dapur. Dapur berfungsi sebagai tempat memasak, sedangkan berendo belakang atau serambi belakang digunakan sebagai tempat bersantai kaum perempuan pada siang atau sore hari.

Penutup

Rumah bubungan lima merupakan rumah adat Bengkulu yang memiliki peran penting sebagai tempat penyelenggaraan acara adat masyarakat. Bentuk rumah panggung, pembagian struktur bangunan, serta susunan ruangnya mencerminkan kearifan lokal yang berkembang secara turun-temurun.

Simak berita menarik seputar budaya dan arsitektur Indonesia di Negeri Kami, serta temukan beragam cerita inspiratif tentang warisan budaya Nusantara. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang tradisi lokal yang kaya makna dan penuh nilai sejarah.

Search

Video

Budaya Detail

Bengkulu

Rumah Adat

-

Budaya

Budaya Lainnya