Nasi Uduk: Hidangan Khas Betawi yang Gurih dan Melegenda

Nasi Uduk: Hidangan Khas Betawi yang Gurih dan Melegenda

Last Updated: 27 December 2025, 03:00

Bagikan:

nasi uduk
Foto: Kompas.com

Nasi Uduk – Hidangan khas Betawi yang terkenal dengan cita rasa gurih dan aromanya yang khas. Nasi ini dibuat dari nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai, dan merica.

Menurut Wikipedia, popularitas nasi uduk tidak hanya terbatas di Jakarta, tetapi juga dikenal di berbagai daerah lain sebagai bagian dari warisan kuliner Betawi. Hidangan ini biasanya disajikan dalam satu piring lengkap dengan lauk pendamping seperti ayam goreng, telur, tempe, tahu, emping, dan sambal kacang, sehingga menjadi santapan yang lezat dan bergizi, cocok untuk sarapan maupun makan siang.

Etimologi Nasi Uduk

Istilah “uduk” memiliki beberapa versi asal-usul. Menurut buku Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita (2016), uduk secara etimologis bermakna “susah”. Dahulu, makanan ini lazim dikonsumsi oleh kalangan kriminal Betawi. Versi lain mengatakan uduk berasal dari kata “aduk”, sehingga berarti “nasi yang diaduk”. Hidangan ini juga dikaitkan dengan Sultan Agung dari Mataram. Ia menyebutnya nasi wudu’ dari bahasa Arab tawadhu’, yang berarti rendah hati di hadapan Tuhan. Nasi uduk dikenal pula dengan sebutan sega gurih, merujuk pada rasanya yang gurih.

Sejarah Nasi Uduk

Hidangan ini terkait erat dengan perpaduan budaya Melayu dan Jawa. Migrasi pedagang dan pendatang dari Malaka membawa nasi lemak ke Batavia, sementara suku Jawa memperkenalkan nasi dengan santan (sega gurih). Kombinasi kedua tradisi kuliner ini kemudian melahirkan nasi uduk Betawi yang dikenal hingga kini, mulai diperkenalkan ke Batavia pada tahun 1628 oleh pendatang dari Jawa. Hidangan ini kemudian populer di kalangan masyarakat Betawi, yang menambahkan sentuhan lokal sesuai selera, sehingga menjadi ikon kuliner Jakarta.

Bahan dan Cara Penyajian

Nasi uduk dibuat dengan cara mengaron nasi putih, kemudian dikukus bersama santan dan bumbu seperti pala, kayu manis, jahe, daun serai, dan merica. Teknik ini menghasilkan nasi yang gurih, wangi, dan lembut, menjadi ciri khas hidangan Betawi.

Lauk Pendamping

Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan berbagai lauk, antara lain:

  • Ayam goreng atau telur dadar/tergantung resep lokal
  • Tempe dan tahu goreng
  • Emping, kerupuk, dan bawang goreng
  • Sambal kacang atau sambal sesuai selera

Untuk acara adat atau slametan, hidangan ini kerap dipadukan dengan kering tempe, urap, sambal goreng, bihun, mie goreng, atau lauk lain seperti rendang, telur bumbu, dan teri. Variasi lauk bisa disesuaikan dengan selera dan kesempatan penyajian.

Nasi Uduk di Jakarta

Setiap wilayah di Jakarta memiliki varian nasi uduk tersendiri. Di Kebon Kacang, Tanah Abang (Jakarta Pusat), hidangan ini biasanya menggunakan lauk digoreng seperti empal, babat, tahu, tempe, ampela, dan ayam. Sementara di Rawa Belong, Palmerah (Jakarta Barat), lauk yang digunakan cenderung berkuah, seperti kari ayam, semur telur, semur tahu, dan semur jengkol.

Salah satu varian nasi uduk yang populer berasal dari Slipi, Jakarta Barat, dikenal dengan cita rasa khasnya. Hidangan ini sangat digemari para komuter karena harga terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai lokasi, seperti warung pinggir jalan, kios dekat pasar, stasiun, dan sekolah. Beberapa warung buka 24 jam, sementara yang lain menyesuaikan jam operasional berdasarkan lokasi dan jumlah pengunjung.

Keunikan dan Popularitas

Keunikan hidangan ini terletak pada rasa gurihnya yang khas, aroma rempah yang menggoda, serta lauk yang beragam. Nasi uduk tidak hanya memuaskan selera tetapi juga merefleksikan warisan budaya Betawi. Setiap daerah atau keluarga memiliki resep dan cara penyajian yang sedikit berbeda, menjadikannya selalu menarik untuk dicicipi. Selain itu, hidangan ini juga dikenal di kalangan diaspora Jawa di Suriname dan Belanda dengan istilah in kokosmelk gekookte rijst, artinya nasi yang dimasak dengan santan.

Penutup

Nasi uduk adalah ikon kuliner Betawi yang melegenda. Hidangan ini memadukan sejarah, budaya, dan cita rasa gurih khas. Setiap sajian membawa kisah warisan kuliner yang kaya serta tradisi yang tetap hidup hingga kini. Nilai budaya yang terkandung membuatnya relevan dan menarik untuk dinikmati oleh berbagai generasi.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

DKI Jakarta

Kuliner

Kota Jakarta

Budaya

Budaya Lainnya