Yayasan Desabumi bersama Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia dan Komunitas SRE Tanjungpura menggalang bantuan senilai Rp100 juta untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Relawan menyiapkan bantuan kebutuhan dasar, dukungan logistik, serta kegiatan sosial bagi warga di Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara, dan Desa Ulak Medang, Kabupaten Ketapang. Aksi kemanusiaan ini menggabungkan bantuan material dengan dukungan moral bagi masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran.
Yayasan Desabumi Pimpin Penggalangan Bantuan Korban Karhutla
Yayasan Desabumi memimpin aksi kemanusiaan bersama SRE Indonesia dan para relawan untuk membantu masyarakat terdampak karhutla. Penggalangan dana tersebut menghasilkan bantuan senilai Rp100 juta yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, penyelenggara mengadakan seremoni pelepasan relawan secara hibrida. Kegiatan tersebut menghubungkan peserta di Jakarta dengan relawan, mahasiswa, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat terdampak di Kalimantan Barat melalui konferensi daring.
Pendiri Yayasan Desabumi, Gamma A. Thohir, menekankan pentingnya kepedulian lintas wilayah dalam membantu masyarakat yang menghadapi bencana. Kolaborasi tersebut juga melibatkan generasi muda yang menyumbangkan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk mendukung penyaluran bantuan.
Relawan Menyalurkan Bantuan ke Kayong Utara dan Ketapang
Relawan Desabumi dan Komunitas SRE Tanjungpura menjadwalkan penyaluran bantuan pada 10-13 Oktober 2026. Tim menargetkan dua wilayah, yaitu Pulau Datok di Kabupaten Kayong Utara dan Desa Ulak Medang di Kabupaten Ketapang.
Perjalanan dari Pontianak menuju lokasi bantuan diperkirakan memerlukan waktu sekitar 16 jam melalui jalur darat dan laut. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan logistik yang perlu diantisipasi oleh tim.
Bantuan yang disiapkan mencakup beberapa kebutuhan berikut:
- Kebutuhan dasar: sembako dan perlengkapan untuk membantu kebutuhan sehari-hari warga.
- Dukungan logistik: biaya transportasi dan kebutuhan operasional relawan.
- Dukungan moral: kegiatan sosial dan hiburan sederhana untuk membantu membangkitkan semangat masyarakat.
Kolaborasi Relawan Memperkuat Respons terhadap Karhutla
Pendiri SRE Indonesia, Zagy Berian, menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara bertanggung jawab. Tim relawan perlu mencatat pengeluaran dan mendokumentasikan proses penyaluran agar penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan.
Selain memberikan bantuan darurat, kegiatan ini juga membuka ruang dialog mengenai tantangan penanganan karhutla. Petugas pemadam kebakaran menjelaskan bahwa api di lahan gambut dapat merambat di bawah permukaan tanah dan muncul kembali di lokasi berbeda. Kondisi tersebut membutuhkan patroli rutin, deteksi dini, edukasi, dan kesiapsiagaan masyarakat.
Aksi Kemanusiaan Desabumi Dorong Kepedulian Lingkungan
Kolaborasi Yayasan Desabumi, SRE Indonesia, dan Komunitas SRE Tanjungpura menunjukkan peran masyarakat dalam membantu warga terdampak bencana. Bantuan kebutuhan dasar dan dukungan moral menjadi bagian dari respons kemanusiaan, sedangkan pencegahan karhutla tetap membutuhkan upaya berkelanjutan.
Penutup
Pembaca dapat mengikuti artikel lingkungan dan aksi sosial lainnya di Negeri Kami untuk mengetahui berbagai inisiatif masyarakat dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan lingkungan. Negeri Kami menghadirkan informasi mengenai kolaborasi komunitas, gerakan anak muda, dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di berbagai daerah.
Jelajahi juga artikel Negeri Kami lainnya untuk mengenal kontribusi komunitas dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Berbagai kisah tersebut dapat memperluas wawasan mengenai pentingnya solidaritas, kesiapsiagaan, dan kerja sama dalam menjaga lingkungan serta membantu sesama.