Tekstil Tradisional Lombok Tembus Literasi Internasional

Tekstil Tradisional Lombok Tembus Literasi Internasional

Rizky Ananda

Last Updated: 20 September 2026, 01:00

Bagikan:

tekstil tradisional lombok
Foto: Antara News
Table of Contents

Kekayaan tekstil tradisional Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menembus literasi internasional melalui buku bertajuk Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles. Buku tersebut diluncurkan di Australia pada 12 September 2026.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Senin, menilai penerbitan buku tersebut memiliki arti penting. Buku itu memperkuat literasi mengenai kain tradisional Lombok di kancah internasional, seperti diberitakan Antara News.

“Buku tersebut dapat menjadi referensi penting tentang kain Lombok dalam literasi internasional selama dua hingga tiga dekade mendatang. Jadi pada ujungnya adalah memperkenalkan kain NTB ke dunia,” ujar dia.

Dokumentasi Tekstil Lombok dan Bali dalam Buku

Ia mengatakan pendokumentasian tekstil tradisional dalam publikasi internasional dapat memperluas pengetahuan masyarakat dunia mengenai kekayaan budaya Indonesia. Hal tersebut terutama berkaitan dengan warisan tekstil Lombok dan Bali.

Buku karya kolektor asal Australia Michael Abbott tersebut resmi diluncurkan di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, Australia Selatan, Sabtu (12/9). Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Australia.

Buku setebal sekitar 500 halaman itu mendokumentasikan kekayaan tekstil tradisional Bali dan Lombok. Di dalamnya juga terekam hubungan budaya, sejarah, persahabatan, dan pertukaran pengetahuan yang telah berlangsung di antara kedua pulau tersebut.

Kajian mendalam dalam buku tersebut membahas corak, warna, benang, serta bahan-bahan yang digunakan masyarakat Lombok dalam menenun wastra seperti songket dan limpot umbaq. Kerja sama penerbitan dan dokumentasi tekstil itu melibatkan AGSA dan Museum Negeri NTB. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara museum Indonesia dan Australia.

Kebudayaan Jadi Jembatan Indonesia dan Australia

Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrell menyebut literasi kain Lombok dan Bali penting untuk mempererat hubungan Indonesia dan Australia melalui kebudayaan. Menurut dia, kebudayaan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat kedua negara dan membuka ruang yang lebih luas untuk saling memahami.

“Buku itu mengajak kita untuk memahami tentang hubungan antar manusia, sejarah, dan kebudayaan,” ucapnya.

Dia menyampaikan kain tradisional memiliki kekuatan untuk menceritakan perjalanan suatu peradaban. Pendokumentasian melalui buku dapat membuat masyarakat seluruh dunia mengenal warisan wastra asal Lombok dan Bali.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Sinta Agathia memandang buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles tidak sekadar mendokumentasikan kain tradisional. Buku tersebut juga merekam hubungan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Ia menegaskan buku tersebut tidak bertujuan membandingkan tekstil Lombok dan Bali. Buku tersebut mengisahkan hubungan budaya, persahabatan, serta pertukaran pengetahuan yang telah terjalin antara dua pulau yang bertetangga.

“Buku itu mendokumentasikan keterkaitan tersebut dengan indah. Kita juga dapat melihat hubungan yang erat antara Lombok dan Bali,” kata dia.

Penutup

Penerbitan Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles memperkuat literasi tekstil tradisional Lombok di kancah internasional. Buku tersebut mendokumentasikan tekstil Bali dan Lombok. Buku itu juga merekam hubungan budaya, sejarah, persahabatan, dan pertukaran pengetahuan antara kedua pulau.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /