Kenaikan Upah Minimum Kota Bandung 2025 Tembus Rp4,48 Juta

Kenaikan Upah Minimum Kota Bandung 2025 Tembus Rp4,48 Juta

M Rizal Ayuby

Last Updated: 27 October 2025, 08:56

Bagikan:

upah minimum kota bandung
Foto: intagram @anwar_budiman
Table of Contents

Upah Minimum Kota Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan besaran UMK Kota Bandung untuk tahun 2025. Kota Bandung menjadi salah satu daerah dengan upah minimum tertinggi di provinsi ini. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 561.7/Kep.798-Kesra/2024. UMK Kota Bandung naik sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai upah minimum yang baru mencapai Rp 4.482.914,09 (InfinID, 2024).

Kenaikan tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli pekerja dan menyesuaikan upah dengan kebutuhan hidup layak dalam konteks inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah (DetikJabar, 2024). Artikel ini mengulas secara komprehensif besaran, latar belakang, dan implikasi dari upah minimum kota Bandung 2025.


1. Latar Belakang Penetapan Upah Minimum Kota Bandung

1.1 Dasar Hukum dan Kenaikan

Penetapan UMK Kota Bandung 2025 mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024 tentang penetapan upah minimum tahun 2025 yang menjadi pedoman bagi provinsi dan kabupaten/kota (DetikJabar, 2024).
Seluruh usulan UMK dari kabupaten/kota di Jawa Barat telah mengikuti kenaikan minimal 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya (InfoHukum, 2025).

1.2 Besaran UMK Kota Bandung

Berdasarkan keputusan tersebut, UMK Kota Bandung untuk 2025 ditetapkan sebesar Rp 4.482.914,09 (Inilah.com, 2024; JobStreet, 2024). Angka ini meningkat dari Rp 4.209.309 pada 2024 (Inilah.com, 2024).


2. Perbandingan dan Peringkat

2.1 Posisi Bandung di Jawa Barat

Dengan angka Rp 4.482.914,09, Kota Bandung menempati peringkat kedelapan tertinggi untuk UMK di Jawa Barat (Kontan, 2025). Daerah seperti Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang memiliki angka UMK lebih tinggi (JobStreet, 2024).

2.2 Perbandingan Wilayah Bandung Raya

Selain Kota Bandung, wilayah sekitar seperti Kabupaten Bandung Barat (Rp 3.736.741,00) dan Kabupaten Bandung (Rp 3.757.284,86) juga mengalami kenaikan UMK (DetikJabar, 2024). Hal ini menunjukkan adanya gap upah antar wilayah meskipun berada pada kawasan yang relatif dekat secara geografis.

Baca juga: UMK Kota Bandung 2025 Naik, Ini Besarannya dan Perbandingannya


3. Implikasi Kenaikan Upah Minimum Kota Bandung

3.1 Dampak bagi Pekerja

Kenaikan UMK ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kota Bandung—membantu menjaga daya beli dan menyesuaikan standar upah dengan kebutuhan hidup yang tinggi (KabarBandung, 2024).
>Namun demikian, bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari satu tahun atau dengan kualifikasi jabatan khusus, struktur dan skala upah tetap harus dilihat secara internal perusahaan (Bappeda Jabar, 2024).

3.2 Dampak bagi Pengusaha dan Industri

Bagi pengusaha, penetapan UMK ini menjadi tantangan karena harus menyesuaikan struktur biaya pengupahan mereka. Usaha mikro dan kecil diizinkan melakukan kesepakatan khusus, namun tetap tidak boleh membayar di bawah angka UMK yang ditetapkan mulai 1 Januari 2025 (Bappeda Jabar, 2024).
Selain itu, perbedaan upah antar wilayah bisa menjadi pertimbangan lokasi investasi atau penempatan produksi dalam kawasan Bandung Raya.


4. Tantangan dan Catatan Penting

4.1 Kesenjangan Regional

Meskipun Kota Bandung memiliki UMK yang cukup tinggi, masih terdapat kesenjangan signifikan dengan kabupaten/kota se‑kawasan. Hal ini menuntut perhatian dalam pengembangan ekonomi regional dan pemerataan upah (KabarBandung, 2024).

4.2 Kebutuhan Hidup Layak & Inflasi

Kenaikan 6,5 persen merupakan angka simbolik yang ditetapkan secara regulasi. Namun, apakah angka ini sudah mencukupi kebutuhan hidup layak bagi pekerja di perkotaan besar seperti Bandung masih menjadi pertanyaan. Faktor inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan konsumsi tetap menjadi faktor yang dilihat dalam formula pengupahan (DetikJabar, 2024).


Penutup

Penetapan UMK Kota Bandung 2025 sebesar Rp 4.482.914,09 merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga standar upah minimum. Bagi pekerja, ini menjadi kabar baik tentang potensi peningkatan penghasilan; bagi pengusaha, ini menjadi sinyal untuk adaptasi struktural pengupahan dan pengembangan strategi bisnis di Bandung.

Kami mengajak Anda untuk terus mengikuti berita‑terbaru dan analisis mendalam lainnya di platform Negeri Kami — di mana kami menampilkan liputan ekonomi yang akurat dan relevan untuk pemahaman lintas‑negara.

Tags:

/ Search /

/ Artikel Lainnya /