Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menyelenggarakan acara Indonesian Culinary Festival yang menyuguhkan makanan khas dan otentik asal Indonesia pada 5-16 Agustus 2026. Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan makanan bukan hanya menjadi penyambung rasa, tetapi juga penyambung persahabatan dan upaya saling memahami, seperti diberitakan Antara News.
“Indonesia sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai pusat rempah dunia. Kekayaan rempah Indonesia tersebut bukan hanya memberikan cita rasa yang kaya pada makanan Indonesia dari berbagai pulau, melainkan juga di negara-negara lainnya,” kata Djauhari dalam keterangan yang diterima di Beijing, Jumat.
Sajian Makanan Otentik Indonesia
Festival kuliner Indonesia itu digelar di Hotel JW Marriott Beijing Central. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Warisan Roemah Indonesia dan menyajikan makanan khas Indonesia, seperti rendang, gado-gado, gohu tuna, bakso, aneka sate, hingga nasi goreng kampung. Djauhari mengatakan jamuan makan sering menjadi saksi dari kesepakatan perundingan yang cukup alot.
“Menjadi diplomat puluhan tahun, saya sering menyaksikan kesepakatan dari perundingan yang alot sering kali terjadi bukan melalui negosiasi formal, tetapi di meja makan; saat dialog dan upaya saling memahami terbangun di sela-sela menikmati hangatnya kopi atau lezatnya makanan,” kata Djauhari Oratmangun saat membuka festival tersebut di Beijing, China, Rabu (5/8).
Sementara itu, General Manager JW Marriott Hotel Beijing Central, Wang Huan, mengakui makanan Indonesia memiliki ciri khas unik.
“Makanan memiliki kekuatan unik untuk menyatukan manusia dan festival ini adalah cara kami untuk menghormati kekayaan warisan kuliner Indonesia sekaligus memperkuat ikatan antara kedua budaya kita,” kata Wang Huan.
Dalam festival itu, secara khusus dihadirkan juru masak Chef Yuli Hartanto, yang merupakan Executive Sous Chef JW Marriott Surabaya, untuk menyajikan aneka makanan otentik Indonesia.
“Masakan Indonesia adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia yang beragam, hangat, dan berakar kuat pada kebersamaan. Saya merasa terhormat dapat membawa makanan otentik Indonesia dengan berbagai latar belakang budaya di baliknya ke Beijing dan berbagi cita rasa tanah air saya dengan masyarakat di Beijing,” kata Yuli.
Tarian dan Promosi Destinasi Wisata Indonesia
Dalam acara pembukaan, ditampilkan pula tarian tradisional Indonesia, Tor Tor. Tarian tersebut dibawakan oleh mahasiswi Indonesia di Beijing. KBRI Beijing juga mempromosikan berbagai destinasi wisata Indonesia kepada pengunjung. Destinasi tersebut antara lain Bromo, Banyuwangi, Kawah Ijen, Wairebo, dan Pantai Pink. Dalam festival yang berlangsung selama dua pekan tersebut, pengunjung juga bisa menikmati hidangan utama dan makanan ringan khas Indonesia. Makanan ringan yang disajikan antara lain pisang goreng, dadar gulung, dan kue cantik manis.
China merupakan negara tujuan utama ekspor aneka rempah dan bumbu Indonesia. Komoditas tersebut termasuk kapulaga, lada putih, pala, lada hitam, cengkeh, dan juga kayu manis. China juga merupakan salah satu destinasi wisata dengan kunjungan terbesar turis asal Indonesia. Pada 2025 lalu, wisatawan China ke Indonesia mencapai sekitar 1,3 juta pengunjung.
Penutup
Festival kuliner Indonesia yang diselenggarakan KBRI Beijing menjadi ruang untuk memperkenalkan makanan khas dan otentik Indonesia kepada masyarakat di Beijing. Selain sajian kuliner, kegiatan tersebut juga menghadirkan tarian tradisional Tor Tor dan promosi berbagai destinasi wisata Indonesia.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.