Indonesia dan Timor-Leste Bahas Penguatan Kerja Sama Kebudayaan

Indonesia dan Timor-Leste Bahas Penguatan Kerja Sama Kebudayaan

Rizky Ananda

Last Updated: 15 August 2026, 01:00

Bagikan:

kerja sama kebudayaan
Foto: Antara News
Table of Contents

Pemerintah Indonesia dan Timor-Leste membahas upaya penguatan kerja sama kedua negara dalam bidang kebudayaan. Pembahasan tersebut mencakup pelestarian warisan budaya dan program pertukaran kebudayaan, seperti diberitakan Antara News.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Muda Bidang Seni dan Budaya Timor-Leste Jorge Soares Cristovão telah melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta pada 12 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan kerja sama kedua negara dalam bidang kebudayaan.

Pelestarian Warisan Budaya dan Program Kolaborasi

Menurut siaran pers kementerian di Jakarta pada Kamis, pertemuan tersebut membahas sejumlah kerja sama di bidang kebudayaan. Pembahasan itu mencakup pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum dan perpustakaan, serta program pertukaran budaya.

“Karena ada banyak persamaan budaya, kita dapat mengeksplorasi kemungkinan joint nomination warisan budaya takbenda ke UNESCO,” kata Fadli Zon.

Peluang kolaborasi lain yang bisa dijajaki, menurut dia, mencakup pengaktifan kembali Rumah Budaya Indonesia di Dili sebagai ruang kolaborasi dan interaksi kebudayaan kedua negara. Selain itu, peluang tersebut mencakup pengembangan kegiatan Indonesia-Pacific Cultural Synergy.

“Selain itu, kami mengundang negara-negara di Pasifik untuk residensi bidang budaya di ISI Yogyakarta, termasuk dari Timor-Leste,” katanya.

Menurut dia, program tersebut dapat membuka ruang kolaborasi di antara para seniman muda. Menteri Kebudayaan RI juga menyampaikan komitmen untuk mengembangkan aspirasi Center of Excellence for World Heritage. Platform tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran, peningkatan kapasitas, serta pertukaran pengetahuan tentang warisan budaya. Di samping itu, dia mengapresiasi dukungan Pemerintah Timor-Leste terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026-2030.

Menteri Muda Bidang Seni dan Budaya Timor-Leste Jorge Soares Cristovão mengemukakan peluang untuk mengembangkan kerja sama kedua negara dalam pelestarian musik dan kain tradisional. Selain itu, peluang tersebut mencakup penyampaian nominasi warisan budaya tak-benda.

“Kolaborasi dan joint nomination menjadi sangat penting untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya bersama,” katanya.

Kerja Sama Pengelolaan Perpustakaan dan Museum

Dia juga mengemukakan peluang peningkatan kerja sama dalam pengelolaan perpustakaan dan museum antara kedua negara. Menurut dia, pembangunan Perpustakaan Nasional Timor-Leste tahun depan sudah selesai. Harapannya, setelah itu Perpustakaan Nasional Timor-Leste bisa bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Indonesia dalam mengadakan pelatihan mengenai pengelolaan perpustakaan dan katalog.

“Selain itu, konstruksi Museum Nasional akan selesai di pertengahan 2028. Ke depan perlu membuat suatu kerja sama dengan Museum Nasional Indonesia untuk pengelolaan dan implementasi museum,” katanya.

Menteri Kebudayaan RI menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia siap membantu pemerintah Timor-Leste dalam mengembangkan perpustakaan dan museum.

“Untuk perpustakaan dan museum, apabila diperlukan, kami dapat membantu melalui pertukaran keahlian, termasuk dalam hal tata pamer dan pengelolaan koleksi,” katanya.

Kementerian Kebudayaan RI, ia melanjutkan, juga dapat berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program Museum Passport untuk mempromosikan museum kepada masyarakat. Pemerintah Indonesia dan Timor-Leste juga membahas upaya penguatan hubungan Indonesia dengan Timor-Leste melalui pengembangan Anjungan Timor-Timor di Taman Mini Indonesia Indah. Menteri Kebudayaan RI menyampaikan bahwa Museum Timor-Timor di tempat itu selanjutnya akan diarahkan untuk dikembangkan menjadi Museum Persahabatan Indonesia-Timor-Leste.

Penutup

Kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Timor-Leste mencakup pelestarian warisan budaya, pertukaran budaya, serta pengelolaan museum dan perpustakaan. Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan ruang kolaborasi bagi seniman muda. Kedua negara membahas joint nomination warisan budaya takbenda ke UNESCO dan pengembangan Rumah Budaya Indonesia di Dili. Selain itu, Museum Timor-Timor akan diarahkan menjadi Museum Persahabatan Indonesia-Timor-Leste.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /