Fadli: Pengemasan Museum secara Tematik Hadirkan Ekonomi Budaya

Fadli: Pengemasan Museum secara Tematik Hadirkan Ekonomi Budaya

Rizky Ananda

Last Updated: 29 September 2026, 01:00

Bagikan:

museum tematik
Foto: Antara News
Table of Contents

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai kreativitas dalam pengemasan museum tematik terbukti sukses menarik minat kunjungan publik secara luas. Kementerian Kebudayaan, kata dia, menargetkan Indonesia dapat memiliki lebih banyak museum ke depan sebagai etalase kebudayaan dan peradaban bangsa di tingkat global, seperti diberitakan Antara News.

“Museum itu bukan cost center, tetapi bisa menciptakan ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan. Keberanian swasta mendirikan museum membuktikan bahwa museum dapat dioperasionalkan secara profesional dan mandiri. Kita berharap Indonesia ke depan memiliki lebih dari seribu museum sebagai etalase budaya dan peradaban nasional di tengah peradaban dunia,” ujar Menbud.

Museum Tematik Perkuat Edukasi dan Literasi Budaya

Fadli menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Museum Cipta Mahardika di Mojokerto, Jawa Timur. Museum tersebut merupakan bagian dari perluasan Museum Gubug Wayang. Ia menegaskan bahwa seluruh koleksi museum merupakan hal yang penting. Namun, wayang sebagai koleksi utama Museum Gubug Wayang telah diinskripsi oleh UNESCO sejak tahun 2003 sebagai warisan budaya takbenda (WBTb).

Wayang merupakan pelopor dari 16 warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. Menurut Menbud, keragaman jenis wayang memiliki akulturasi dengan budaya lain. Keragaman tersebut memerlukan institusionalisasi melalui museum tematik agar edukasi dan literasi budaya masyarakat semakin kuat.

“Kita sangat mengapresiasi individu, swasta, dan korporasi yang mencintai budaya Indonesia dan berani mendirikan museum. Wayang ini tradisinya sangat panjang dan akulturasinya kaya. Dengan semakin banyaknya museum tematik seperti di Museum Gubug Wayang, institusionalisasi warisan budaya kita akan menjadi lebih berkelanjutan dan literasi budaya masyarakat dapat dijangkau secara lebih mudah,” ujarnya lagi.

Harapan Tumbuhnya Museum Tematik Baru

Fadli berharap Museum Cipta Mahardika dapat terus menjadi praktik baik institusionalisasi budaya Indonesia.

“Mudah-mudahan, Museum Gubug Wayang dan museum-museum yang merupakan kelompok grup dari museum Gubug Wayang ini bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya museum-museum lain yang lebih tematik,” ujarnya.

Ia juga mengumumkan rencana peresmian Museum Pelawak atau Museum Bing Slamet pada 27 September 2026 mendatang yang bertepatan dengan Hari Komedi Nasional. Pencanangan tersebut menjadi komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Nusantara dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

Penutup

Pengemasan museum tematik dinilai Fadli Zon dapat menarik minat kunjungan publik sekaligus memperkuat edukasi dan literasi budaya masyarakat. Ia juga berharap semakin banyak museum di Indonesia yang dapat menjadi ruang institusionalisasi warisan budaya serta mendukung terciptanya ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /