DIY Menjadi Tuan Rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia 2026

DIY Menjadi Tuan Rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia 2026

Rizky Ananda

Last Updated: 23 September 2026, 01:00

Bagikan:

temu karya taman budaya se-indonesia
Foto: Antara News
Table of Contents

Taman Budaya Yogyakarta yang menjadi bagian dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV pada 28 September-1 Oktober 2026, seperti diberitakan Antara News.

“Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia akan hadir untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta mempresentasikan karya seni pertunjukan dari daerah masing-masing di Taman Budaya Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi.

Menurut dia, perjumpaan para pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia melalui Temu Karya Taman Budaya tersebut mengusung tema Gyaning Rasa Mantraning Nusantara dan slogan Srawung Karya, Gulawenthah Budaya.

Tujuan Temu Karya Taman Budaya

Dia mengatakan Temu Karya Taman Budaya merupakan wadah pertemuan antartaman budaya dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat jejaring, membuka ruang pertukaran karya dan gagasan, serta mendorong kolaborasi dalam pengembangan seni dan budaya.

“Melalui pertemuan ini, Taman Budaya tidak hanya menjadi ruang presentasi karya, tetapi juga menjadi ruang dialog dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan serta pengembangan ekosistem kebudayaan,” katanya.

Dia mengatakan tema Gyaning Rasa Mantraning Nusantara dalam Temu Karya Taman Budaya tersebut merefleksikan perjumpaan pengetahuan dan rasa. Tema tersebut juga merefleksikan kekuatan budaya Nusantara.

“Sementara slogan Srowung Karya, Gulawenthah Budaya menegaskan semangat untuk mempertemukan karya sekaligus merawat, mengembangkan dan meregenerasikan kebudayaan melalui interaksi antardaerah,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang srawung kebudayaan. Ruang tersebut mempertemukan berbagai gagasan, karya, pengalaman, dan praktik pengelolaan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Lebih dari sekadar perhelatan seni, Temu Karya diharapkan dapat memperkuat jejaring antar-taman budaya, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung upaya pemajuan kebudayaan nasional melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan sinergi,” katanya.

Rangkaian Kegiatan Temu Karya Taman Budaya

Rangkaian Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV akan diawali dengan Pembukaan Pameran Seni Rupa Difabel Suluh Sumurup Art Festival. Kegiatan tersebut berlangsung pada 24 September 2026 di ruang galeri Taman Budaya Yogyakarta. Sementara pada malam harinya, Komunitas Playon Jogja bersama perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) DIY akan meramaikan rangkaian kegiatan melalui agenda Thursday Night Run.

Penutup

Penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV di Taman Budaya Yogyakarta berlangsung pada 28 September-1 Oktober 2026. Kegiatan ini akan mempertemukan 17 Taman Budaya dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan karya seni pertunjukan. Temu Karya juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring, membuka peluang kolaborasi, serta turut mendukung pengembangan seni dan budaya.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /