Tradisi Meugang Aceh Jelang Ramadan: Pasar Membludak dan Ekonomi Warga Ikut Terdongkrak

Tradisi Meugang Aceh Jelang Ramadan: Pasar Membludak dan Ekonomi Warga Ikut Terdongkrak

Last Updated: 17 February 2026, 10:49

Bagikan:

Tradisi Meugang Aceh
Tradisi meugang kembali menghangatkan Aceh jelang Ramadan, bukan sekadar soal daging, tapi tentang kebersamaan dan warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. Sumber gambar: Kompasiana.

Tradisi meugang kembali digelar masyarakat Aceh menjelang bulan suci Ramadan dengan suasana yang penuh antusiasme. Sehari hingga dua hari sebelum puasa, pasar-pasar tradisional dipadati warga yang membeli daging sapi maupun kerbau untuk dimasak dan disantap bersama keluarga.

Tradisi meugang bukan sekadar kebiasaan konsumsi daging, tetapi warisan budaya yang telah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh. Selain sarat makna religius dan sosial, momentum ini juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat lokal.

Sejarah dan Asal Usul Tradisi Meugang

Tradisi meugang telah dikenal sejak era Kesultanan Aceh. Tradisi ini bermula dari kebijakan sultan yang menyembelih hewan dan membagikan daging kepada rakyat sebagai bentuk rasa syukur menyambut hari besar Islam (Kompas.com, 2024).

Seiring waktu, kebiasaan tersebut berkembang menjadi tradisi masyarakat luas. Warga membeli daging secara mandiri untuk dimasak bersama keluarga, terutama menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tradisi Meugang Jelang Ramadan: Pasar Diserbu Warga

Lonjakan Pembeli dan Harga Daging

Menjelang Ramadan, suasana meugang terasa sangat kuat di berbagai daerah seperti Banda Aceh dan sekitarnya. Pasar tradisional dipenuhi pembeli sejak pagi hari, bahkan sebagian warga rela antre demi mendapatkan daging segar (ANTARA Aceh, 2024).

Lonjakan permintaan ini menyebabkan harga daging naik dibanding hari biasa. Meski demikian, antusiasme masyarakat tidak surut karena tradisi meugang dianggap sebagai momen penting yang tidak boleh dilewatkan.

Makna Sosial Tradisi Meugang

Simbol Kebersamaan dan Solidaritas

Tradisi meugang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Aceh. Selain bentuk rasa syukur menyambut bulan suci, tradisi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi. Keluarga yang merantau biasanya pulang kampung agar bisa merayakan meugang bersama.

Meugang bukan hanya soal konsumsi daging, tetapi juga momentum berbagi kepada tetangga dan masyarakat kurang mampu agar semua dapat merasakan kebahagiaan menyambut Ramadan (NU Online, 2025).

Nilai solidaritas inilah yang membuat tradisi meugang tetap relevan hingga kini, bahkan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Dampak Ekonomi Tradisi Meugang

Tradisi meugang juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Peningkatan permintaan daging memberikan keuntungan bagi pedagang, peternak, hingga pelaku usaha bumbu dan kebutuhan dapur (ANTARA Aceh, 2024).

Pedagang mengaku penjualan meningkat drastis dibanding hari biasa saat momentum meugang. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi meugang berkontribusi signifikan terhadap perputaran uang di daerah.

Pemerintah daerah biasanya turut melakukan pengawasan harga dan kualitas daging untuk menjaga stabilitas pasar serta melindungi konsumen.

Tradisi Meugang di Era Modern

Di era digital, tradisi meugang tetap lestari. Generasi muda Aceh turut membagikan momen kebersamaan mereka melalui media sosial, sehingga tradisi ini semakin dikenal luas di luar daerah.

Meski pola belanja mulai bergeser ke pasar modern dan sistem daring, esensi tradisi meugang tidak berubah: kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian sosial tetap menjadi inti perayaannya.

Tradisi meugang bukan hanya agenda tahunan menjelang Ramadan, tetapi juga identitas budaya masyarakat Aceh yang sarat nilai religius dan sosial. Dari sejarah Kesultanan hingga era modern, tradisi ini terus hidup dan memberikan dampak nyata bagi kebersamaan serta ekonomi lokal.

Ikuti terus berita budaya, ekonomi, dan peristiwa menarik lainnya hanya di Negeri Kami.T emukan berbagai ulasan mendalam dan informasi aktual yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Aceh

Adat Istiadat

Aceh

Budaya

Budaya Lainnya