Tari Serampang Dua Belas: Tarian Muda-Mudi Memadu Kasih

Tari Serampang Dua Belas: Tarian Muda-Mudi Memadu Kasih

Last Updated: 21 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari serampang dua belas
Foto: Indonesia Kaya

Tari Serampang Dua Belas – Tarian tradisional Melayu yang lahir dan berkembang di wilayah Kesultanan Serdang Bedagai, Deli Serdang, Sumatera Utara. Tarian ini menampilkan gerakan muda-mudi yang memadu kasih, penuh simbolisme, dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Melayu yang masih lestari hingga kini.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, tarian ini awalnya dikenal dengan nama Tari Pulau Sari dan hanya dipentaskan oleh laki-laki karena aturan adat yang melarang perempuan tampil di hadapan umum. Seiring perkembangan zaman dan perubahan nama menjadi Tari Serampang Dua Belas, perempuan mulai diperbolehkan ikut menari, hingga akhirnya tarian ini dipentaskan secara berpasangan oleh laki-laki dan perempuan seperti yang dikenal saat ini.

Sejarah dan Asal-usul Tari Serampang Dua Belas

Tarian ini diciptakan oleh seorang Melayu bernama Sauti pada era 1940-an. Penamaan “Serampang Dua Belas” merujuk pada jumlah gerakan utamanya yang berjumlah dua belas dan penuh makna. Pada awal kemunculannya, tarian tersebut hanya dipentaskan oleh kaum pria, sebelum kemudian berkembang menjadi tarian pasangan muda-mudi yang menggambarkan kasih dan keceriaan.

Dalam perkembangannya, tarian pergaulan ini menyebar ke berbagai wilayah di Sumatera, seperti Jambi dan Riau, lalu menjangkau Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Pengaruhnya bahkan meluas ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Thailand, menjadikannya simbol budaya Melayu yang dicintai lintas wilayah dan generasi.

Gerakan dan Makna dalam Tari Serampang Dua Belas

Gerakan tarian bertumpu pada kekuatan tangan dan kaki, dengan 12 rangkaian utama yang didominasi lompatan dan putaran. Rangkaian awal berupa gerakan melompat sambil memutar yang melambangkan pertemuan sepasang muda-mudi. Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan lari-lari kecil sambil melompat sebagai simbol rasa malu-malu yang mulai tumbuh.

Pada bagian berikutnya, salah satu penari melakukan gerakan maju-mundur yang menggambarkan ujian keyakinan dan kesetiaan pasangan. Gerakan melompat setelahnya menjadi isyarat menunggu jawaban. Kedua penari lalu saling mendatangi sebagai tanda kesepakatan menuju pelaminan. Tarian ditutup dengan adegan saling melilitkan sapu tangan, yang melambangkan ikatan pernikahan dan kesiapan menjalani kehidupan rumah tangga.

Nilai dan Amanat Tari Serampang Dua Belas

Seperti banyak tari tradisional Nusantara lainnya, kesenian ini mengandung amanat moral yang kuat. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa rasa cinta terhadap pasangan sebaiknya tidak ditunda dan idealnya diarahkan ke jenjang pernikahan. Selain berfungsi sebagai hiburan, tarian ini juga menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi muda agar terus mengenal dan mencintai kesenian tradisional.

Peran generasi muda sangat penting untuk menjaga kelestariannya agar tidak punah atau diklaim oleh pihak lain. Melalui pelestarian tarian ini, nilai cinta, kesetiaan, dan keharmonisan dalam budaya Melayu dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Penutup

Tari Serampang Dua Belas adalah cerminan keindahan budaya Melayu yang memadukan kasih muda-mudi dengan gerakan yang penuh makna. Tarian ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan tradisi Nusantara kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Sumatera Utara dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Sumatera Utara

Tarian

Kabupaten Serdang Bedagai

Budaya

Budaya Lainnya