Tari Sajojo – Tarian tradisional Papua yang liriknya berbahasa Moi dan berasal dari Sorong, Papua Barat Daya. Tarian ini sangat terkenal di Papua dan sering ditampilkan dalam berbagai acara adat, budaya, maupun hiburan.
Menurut Wikipedia, tarian ini bisa ditarikan oleh berbagai kalangan, baik pria maupun wanita, tua maupun muda, karena termasuk tarian pergaulan. Gerakannya yang ceria dan iramanya yang penuh semangat membuat tarian ini mudah diterima dan disukai banyak orang.
Sejarah Tari Sajojo
Tarian ini berasal dari lagu yang diciptakan oleh David Rumagesan, yang bercerita tentang seorang perempuan cantik dari desa, dicintai oleh orang tua dan dikagumi para pemuda. Meskipun gerakan tarian tidak sepenuhnya mengikuti cerita lagu, irama yang ceria sangat cocok dengan Tari Sajojo, sehingga menjadikannya tarian yang menyenangkan dan atraktif bagi semua penari.
Gerakan Tari Sajojo
Gerakan tarian meliputi loncatan dan pergerakan ke depan, belakang, kiri, maupun kanan dengan ritme yang tegas. Setiap penari berupaya menjaga kesamaan gerak agar terlihat kompak. Keselarasan gerak dan semangat kebersamaan menjadi ciri khas tarian ini.
Kostum dan Aksesori
Kostum Tari Sajojo hampir sama dengan kostum tarian tradisional Papua lainnya, awalnya terbuat dari akar atau daun. Seiring waktu, kostum dikreasikan menggunakan kain agar lebih menarik. Penari juga mengenakan aksesoris seperti penutup kepala, kalung, dan lukisan tubuh bercorak etnis Papua, menambah nilai estetika tarian.
Perkembangan Tari Sajojo
Tarian ini terus dilestarikan dan dikembangkan. Variasi gerak dan kostum sering ditambahkan agar penampilan lebih menarik, tanpa menghilangkan ciri khas dan keaslian tarian. Tarian ini masih sering ditampilkan dalam acara adat, penyambutan, hiburan, festival budaya, pertunjukan seni, dan promosi pariwisata.
Pada Mei 2018, tarian ini juga ditampilkan di acara penutupan TMMD di Kabupaten Pati, dibawakan oleh anggota TNI yang merupakan putra-putra asli Papua, menunjukkan bahwa tarian ini tetap relevan dan dihargai di berbagai konteks.
Penutup
Tari Sajojo adalah simbol keceriaan, kebersamaan, dan kekayaan budaya Papua. Menyaksikan tarian ini memberikan pengalaman langsung merasakan tradisi yang hidup, sekaligus menumbuhkan rasa bangga akan warisan budaya lokal.
Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Papua Barat Daya dan Indonesia.


