Tari Cerana: Tradisi Penyambutan Penuh Kasih di Tanah Timor

Tari Cerana: Tradisi Penyambutan Penuh Kasih di Tanah Timor

Last Updated: 9 January 2026, 03:00

Bagikan:

tari cerana
Foto: Instagram / Sherly Fatmarita

Tari Cerana – Tarian selamat datang khas Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini biasanya diakhiri dengan penyajian sirih dan pinang di dalam cerana sebagai simbol penerimaan masyarakat terhadap tamu dengan hati yang tulus, bersih, dan penuh kasih. Tamu kemudian mengunyah sirih dan pinang tersebut sebagai tanda menghargai pemberian masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis.

Menurut Wikipedia, tarian ini diiringi oleh sesando dan nyanyian yang antara lain berbunyi “bolele bo tanah Tirnor lelebo,” yang berarti “baik tidak baik, tanah Timor adalah lebih baik.” Tarian ini tidak hanya menjadi simbol penyambutan, tetapi juga menegaskan nilai budaya dan identitas masyarakat Timor yang menjunjung tinggi keharmonisan sosial.

Kostum Penari Cerana

Para penari menggunakan pakaian adat khas Kupang. Penari wanita mengenakan kain sarung panjang yang membalut tubuh dari dada hingga mata kaki, dengan konde khas Kupang di rambut, dihiasi ikat kepala berbentuk bulan sabit, serta aksesoris seperti gelang, kalung, dan sabuk khas. Penari pria mengenakan baju lengan panjang, sarung, kain selempang, dan penutup kepala yang berbeda sesuai daerah. Beberapa penari menggunakan ti’i langga atau kain ikat, dilengkapi dengan kalung khas. Tarian ini populer di daerah Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Perkembangan Tari Cerana

Tari Cerana awalnya diubah oleh Nyonya A. Nisnoni Amalo Jawa, istri bekas Raja Kupang, pada tahun 1955. Saat ini, tarian ini menjadi tari penyambutan yang paling digemari masyarakat Timor. Dalam tradisi lokal, sirih dan pinang menjadi simbol penerimaan resmi bagi tamu yang lebih tua, sementara untuk tamu yang lebih muda atau memiliki kedudukan lebih rendah, sirih dan pinang disampaikan oleh pihak tamu. Hal ini mencerminkan tata krama dan hierarki sosial dalam budaya Timor.

Makna Filosofis Tari Cerana

Tari Cerana mengandung makna mendalam tentang kasih sayang, penghormatan, dan keharmonisan. Ritual penyajian sirih dan pinang menekankan pentingnya penerimaan dengan hati tulus. Lagu pengiring tarian mengingatkan masyarakat untuk selalu menghargai tanah kelahiran dan menjaga hubungan baik antarwarga.

Penutup

Tari Cerana adalah simbol penerimaan hangat dan kasih dalam budaya masyarakat Timor. Menyaksikan tarian ini berarti merasakan nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya yang kaya.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Nusa Tenggara Timur

Tarian

Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)

Budaya

Budaya Lainnya