Tari Balumpa: Tarian Pergaulan Wakatobi yang Lembut dan Anggun

Tari Balumpa: Tarian Pergaulan Wakatobi yang Lembut dan Anggun

Last Updated: 8 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari balumpa
Foto: Pinterest / Widya

Tari Balumpa – Tari tradisional Indonesia yang berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara, khususnya dari daerah Binongko dan Buton. Menurut Wikipedia, tarian ini termasuk jenis tari pergaulan yang ditampilkan oleh penari wanita untuk menyambut tamu terhormat dalam berbagai kegiatan adat dan sosial.

Selain sebagai tarian penyambutan, Tari Balumpa juga sering dipentaskan pada acara tertentu seperti pertunjukan seni dan karnaval budaya. Gerakannya yang lembut dan anggun mencerminkan keramahan serta kebersamaan masyarakat Wakatobi, sesuai tradisi lokal yang diwariskan turun-temurun.

Asal Nama dan Fungsi Tari Balumpa

Nama Balumpa berasal dari bahasa daerah Binongko yang berarti berjingkrak. Penamaan ini sesuai dengan karakter gerakan tarian yang hampir seluruhnya mengandung unsur jingkrakan ringan. Gerakan tersebut menggambarkan kegembiraan masyarakat nelayan Binongko dan Buton dalam menghadapi ombak demi menafkahi keluarga.

Tari Balumpa berfungsi sebagai tari pergaulan yang umumnya ditampilkan dalam acara penyambutan tamu terhormat, perayaan adat, serta kegiatan budaya lainnya. Melalui tarian ini, masyarakat Wakatobi mengekspresikan rasa gembira, kelembutan, dan keramahtamahan kepada siapa pun yang datang.

Gerakan Tari Balumpa

Gerakan tari Balumpa menekankan pada hentakan kaki dan pinggul yang dipadukan dengan ayunan tangan. Para penari menampilkan tarian dengan ekspresi ceria sambil tersenyum, menciptakan suasana hangat dan bersahabat. Secara keseluruhan, Tari Balumpa memiliki empat ragam gerakan utama.

Gerakan Potabhea merupakan gerakan penghormatan yang dilakukan dengan mengangkat tangan kanan sejajar dada, sementara tangan kiri diayun ke belakang dan kepala sedikit membungkuk. Ragam gerakan ini menjadi pembuka tarian sebagai simbol penghormatan kepada tamu.

Gerakan Poliughi dibentuk oleh hentakan kaki dan pinggul yang diikuti dengan kibasan selendang secara berpasangan. Salah satu penari disimbolkan sebagai kepala, sementara gerakan tangan mengikuti iringan musik dan pandangan diarahkan ke properti selendang.

Gerakan Poli-loli dilakukan dengan posisi penari sejajar ke belakang. Dalam ragam ini, tangan kanan diayunkan ke atas dan tangan kiri ke bawah secara berlawanan sambil memegang selendang. Selanjutnya, gerakan Kaukuruno siku dilakukan dengan mengangkat kedua siku sejajar dada, badan dimiringkan ke kiri, pandangan fokus ke siku kiri, lalu berputar perlahan kembali ke posisi awal.

Tari Balumpa pada umumnya ditampilkan oleh enam hingga delapan penari wanita. Namun seiring perkembangan zaman, tarian ini juga kerap dibawakan oleh penari laki-laki sebagai variasi dalam pertunjukan seni dan budaya.

Busana, Properti, dan Musik Pengiring

Busana penari berupa pakaian adat khas Wakatobi, yaitu baju kombo yang dipadukan dengan sarung tenun. Sarung dibentuk menyerupai rok dan diikat di pinggang. Untuk menambah keindahan, penari juga memakai penutup dahi, kalung, anting-anting, dan gelang khas Sulawesi Tenggara.

Properti utama adalah selendang, sementara musik pengiring menggunakan alat tradisional seperti gambus dan gendang, serta botol kaca kosong yang dipukul dengan sendok sebagai pelengkap irama. Alunan musik yang ceria ini selaras dengan gerakan para penari dan diiringi syair atau pantun dalam bahasa Binongko yang berisi puji-pujian serta gambaran kehidupan masyarakat setempat.

Perkembangan dan Pelestarian Tari Balumpa

Tari Balumpa berasal dari Sulawesi Tenggara dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Pada awalnya, tarian ini merupakan bagian dari upacara adat yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atau permohonan kepada leluhur maupun roh penjaga alam.

Seiring waktu, tarian ini berkembang menjadi hiburan dalam berbagai acara adat dan perayaan budaya. Keunikan gerakan, kostum, serta iringan musik menjadikannya simbol identitas budaya Wakatobi. Saat ini, Tari Balumpa juga sering ditampilkan dalam festival budaya di tingkat nasional maupun internasional sebagai upaya pelestarian dan pengenalan budaya Sulawesi Tenggara kepada masyarakat luas.

Penutup

Tari Balumpa tidak hanya menampilkan keindahan gerak yang lembut dan anggun, tetapi juga merepresentasikan nilai keramahan, kegembiraan, dan kebersamaan masyarakat Wakatobi. Sebagai tari pergaulan, Tari Balumpa menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Sulawesi Tenggara dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Sulawesi Tenggara

Tarian

Kabupaten Wakatobi / Daerah Binongko dan Buton

Budaya

Budaya Lainnya