Tari Atoni Meto: Tarian Kreasi Suku Dawan dengan Tradisi Lontar

Tari Atoni Meto: Tarian Kreasi Suku Dawan dengan Tradisi Lontar

Last Updated: 22 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari atoni meto
Foto: Indonesia Kaya

Tari Atoni Meto – Tarian kreasi yang berasal dari suku Dawan di Nusa Tenggara Timur. Tarian ini menggambarkan kehidupan pemuda suku Dawan yang dikenal pandai berburu. Selain itu, tarian ini juga menunjukkan keterikatan erat masyarakat Dawan dengan tradisi daun lontar, yang telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, tarian ini tidak hanya menampilkan aktivitas berburu. Tari Atoni Meto juga merepresentasikan kekuatan, rasa syukur, dan kebersamaan yang hidup dalam kebudayaan suku Dawan. Melalui rangkaian gerak yang dinamis dan penuh semangat, tarian ini memperlihatkan hubungan manusia dengan alam. Kepercayaan kepada Uis Neno sebagai penguasa langit dan matahari turut menjadi bagian penting dari makna tarian.

Formasi Penari dan Busana Tari Atoni Meto

Secara umum, Tari Atoni Meto merupakan tari muda-mudi yang dipentaskan oleh 4 hingga 6 pasang penari pria dan wanita. Pada bagian awal pementasan, penari pria digambarkan sebagai pemuda suku Dawan berambut panjang yang pandai berburu. Masyarakat suku Dawan meyakini bahwa rambut panjang menyimpan kekuatan yang dapat digunakan dalam berburu. Kepercayaan tersebut juga menjadi alasan rambut digunakan sebagai hiasan pada senjata tradisional suku Dawan, yaitu sumpit.

Di bagian tengah pementasan, beberapa penari wanita muncul dan digambarkan bergembira atas hasil buruan yang diperoleh para pemuda. Kegembiraan tersebut menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas hasil buruan yang melimpah, yang dipersembahkan kepada Uis Neno. Adegan ini mencerminkan sifat komunal yang kuat dalam kebudayaan suku Dawan, di mana keberhasilan dirayakan bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada kekuatan yang diyakini.

Para penari mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur yang telah dimodifikasi di beberapa bagian. Daun lontar menjadi properti utama dalam tarian ini dan memiliki fungsi yang beragam. Salah satu yang menonjol adalah ketika wadah air yang terbuat dari daun lontar berubah fungsi menjadi hiasan kepala penari perempuan, menegaskan peran penting lontar dalam kehidupan dan budaya masyarakat Dawan.

Gerakan dan Iringan Musik Tari Atoni Meto

Gerakan tarian bertumpu pada gerakan kaki yang dinamis dan ritmis. Setiap gerakan disesuaikan dengan irama musik pengiring yang cenderung menghentak dan bersemangat, sehingga menciptakan suasana pementasan yang hidup dan penuh energi.

Secara keseluruhan, tari kreasi atoni meto menggambarkan keceriaan, semangat pemuda, dan keeksotisan suku Dawan yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan lontar. Tarian ini merupakan bentuk kesenian baru yang tetap mempertahankan tradisi lama, sekaligus menjadi upaya untuk terus melestarikan daun lontar sebagai bagian penting dari kebudayaan masyarakat Nusantara.

Penutup

Tari Atoni Meto menjadi representasi budaya suku Dawan yang menggambarkan kehidupan berburu, ungkapan rasa syukur, serta nilai kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui gerak tari, busana, dan penggunaan daun lontar, tarian ini menghadirkan identitas budaya yang kuat dan autentik.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Nusa Tenggara Timur

Tarian

Pulau Timor

Budaya

Budaya Lainnya