Tabut: Upacara Sakral Bengkulu Kenang Syahidnya Husein bin Ali

Tabut: Upacara Sakral Bengkulu Kenang Syahidnya Husein bin Ali

Last Updated: 7 January 2026, 06:00

Bagikan:

tabut
Foto: Wikipedia

Tabut – Upacara tradisi masyarakat Bengkulu untuk mengenang mati syahidnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam pertempuran di Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (680 M). Upacara ini menjadi bagian penting dalam budaya Bengkulu dan digelar setiap tahun dari 1 hingga 10 Muharram.

Menurut Wikipedia, perayaan tabut pertama kali diselenggarakan oleh Syekh Burhanuddin, yang dikenal sebagai Imam Senggolo, pada tahun 1685. Upacara ini kemudian diteruskan oleh keturunan Imam Senggolo, yang hingga kini dikenal sebagai keluarga Tabut. Berkat kesinambungan ini, tradisi tabut tetap lestari dan diwariskan secara turun-temurun, menjadi simbol sakral sekaligus identitas budaya masyarakat Bengkulu.

Sejarah Tabut di Bengkulu

Tabut pertama kali dibawa ke Bengkulu oleh Imam Maulana Ichsad pada 1336 Masehi, namun baru populer setelah dilanjutkan oleh Syekh Burhanuddin pada abad ke-17. Tradisi ini muncul dalam konteks penyebaran Islam ke Nusantara dari Jazirah Arab sejak abad ke-7 M. Para pelaut dari Punjab dan wilayah sekitar berlayar untuk menyebarkan agama Islam, dan sebagian akhirnya menetap di Bengkulu, membentuk komunitas yang melestarikan tradisi ini.

Perayaan Tabut kemudian juga mendapat pengaruh dari tentara Inggris dan Bengali yang datang ke Bengkulu pada abad ke-18. Meski begitu, inti upacara tetap dipertahankan oleh keluarga Tabut, yang menjaga nilai-nilai sakral dan historis dari tradisi ini.

Perlengkapan dan Pelaksanaan Upacara Tabut Bengkulu

Pembuatan Tabut

Tabut dibuat dari bambu, rotan, kertas karton, kertas mar-mar, tali, alat ukir, lampu hias, dan dekorasi lain. Biaya pembuatannya diperkirakan mencapai 10 – 20 juta rupiah per unit. Tabut dihias secara indah sebagai simbol penghormatan kepada Husein bin Ali.

Kenduri dan Sesaji

Upacara tabut juga disertai kenduri dan sesaji yang terdiri dari beras ketan, pisang emas, tebu, jahe, gula aren, kelapa, ayam, dan bumbu masak lainnya. Prosesi ini menunjukkan rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur serta nilai-nilai agama yang dianut masyarakat.

Musik Tabut

Alat musik khas tabut antara lain Dhol dan Tessa. Dhol menyerupai beduk dengan kayu berongga ditutup kulit lembu, sedangkan Tessa mirip rebana dari tembaga, besi, atau alumunium. Musik ini digunakan untuk mengiringi ritual tabut sehingga suasana upacara lebih sakral dan meriah.

Kelengkapan Lainnya

Selain itu, tabut dilengkapi bendera merah putih, panji-panji berwarna hijau atau biru, tombak bermata ganda, dan duplikat pedang Rasulullah (Zufikar) ukuran mini. Semua perlengkapan memiliki makna simbolis yang memperkuat nilai sejarah dan budaya upacara.

Nilai-nilai dalam Upacara Tabut

Upacara tabut mengandung tiga nilai utama:

  1. Agama/Sakral: Pengambilan tanah, pembacaan doa, dan ritual lainnya mengingatkan manusia pada asal-usul penciptaannya serta menguatkan nilai spiritual.
  2. Sejarah: Menghormati wafatnya Husein bin Ali dan melambangkan perlawanan terhadap penindasan Bani Umayyah.
  3. Sosial: Mengajarkan kesadaran tentang praktik kekuasaan, solidaritas, dan keprihatinan sosial dalam masyarakat.

Meski begitu, beberapa kritik muncul karena upacara tabut kini kadang berubah menjadi festival budaya semata, kehilangan makna sakralnya.

Makna Budaya dan Pelestarian Tabut Bengkulu

Tabut menjadi simbol pelestarian budaya di Bengkulu, mengajarkan generasi muda menghargai sejarah dan tradisi. Dengan ritual yang kaya nilai sejarah dan spiritual, tabut menguatkan identitas masyarakat dan menjaga kesinambungan budaya lokal.

Pelestarian tabut juga menjadi pengingat bahwa sejarah dan budaya tidak hanya diajarkan melalui teks, tetapi melalui praktik nyata yang mengikat komunitas. Menjaga tradisi ini berarti mempertahankan nilai luhur yang diwariskan nenek moyang.

Penutup

Upacara tabut menunjukkan bagaimana tradisi lokal tetap relevan dalam kehidupan modern. Melalui tabut, masyarakat Bengkulu mengenang sejarah, memperkuat ikatan sosial, dan menanamkan nilai spiritual bagi generasi mendatang.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya tentang tradisi dan budaya Bengkulu di Negeri Kami. Mari lestarikan nilai-nilai sakral, sejarah, dan budaya lokal melalui pengetahuan dan pengalaman nyata dari warisan budaya Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Bengkulu

Acara Sakral

Kota Bengkulu

Budaya

Budaya Lainnya