Surjan: Busana Adat Pria Jawa Warisan Budaya Sunan Kalijaga

Surjan: Busana Adat Pria Jawa Warisan Budaya Sunan Kalijaga

Last Updated: 6 January 2026, 07:00

Bagikan:

surjan
Foto: Instagram / Mieke Amalia

Surjan – Busana adat resmi pria Jawa yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Berdasarkan Hamzah Batik dan Wikipedia, bahan utamanya adalah kain tenun lurik, meskipun ada juga yang dibuat dari kain bermotif bunga atau polos. Sunan Kalijaga merancang surjan untuk menutup aurat sekaligus mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat Majapahit, di mana kasta bawah belum memiliki atasan.

Hingga kini, surjan tetap menjadi simbol budaya Jawa yang kaya makna, digunakan dalam upacara adat, acara resmi, hingga menjadi inspirasi fashion modern. Setiap surjan memancarkan filosofi dan nilai estetika yang mencerminkan identitas serta tradisi masyarakat Jawa.

Jenis-jenis Surjan Jawa

Berdasarkan Motif

  • Surjan Lurik: Jenis paling umum, dengan motif garis-garis (lurik) berwarna hitam-putih atau cokelat. Digunakan dalam berbagai acara formal dan non-formal.
  • Surjan Ontrokusuma: Surjan bermotif bunga (kusuma), biasanya terbuat dari kain sutera. Digunakan kalangan bangsawan karena nilai estetika tinggi.
  • Surjan Teluh Watu (Tenun): Terbuat dari kain tenun dengan motif kompleks, memiliki nilai seni tinggi dan menjadi favorit kolektor batik.
  • Surjan Jaguad: Memiliki motif bunga halus dengan warna lembut, memberikan kesan elegan dibanding motif ontrokusuma.

Berdasarkan Fungsi

  • Surjan Ksatrian: Surjan kebesaran untuk pangeran atau bangsawan, digunakan pada acara resmi atau upacara adat tertentu.
  • Surjan untuk Acara Khusus: Dirancang untuk pernikahan, kenduri, atau upacara adat lainnya, menyesuaikan fungsi acara.

Bahan Pembuat Surjan

  • Kain Lurik: Paling umum, kuat, dan nyaman.
  • Kain Sutera: Digunakan pada surjan ontrokusuma, memberikan kesan mewah dan elegan.
  • Kain Tenun: Digunakan pada surjan teluh watu, menampilkan motif unik dan artistik.

Makna dan Filosofi Surjan Jawa

Setiap jenis surjan memiliki makna simbolik. Motif, warna, dan bahan mencerminkan status sosial, nilai luhur, dan hubungan manusia dengan alam. Surjan bukan hanya pakaian, tetapi warisan budaya yang sarat filosofi. Mengenal surjan membantu kita menghargai keindahan dan kekayaan budaya Jawa.

Surjan Jawa di Era Modern

Meski lahir dari tradisi, Surjan tetap relevan di era modern. Banyak desainer memadukan motif klasik Surjan ke dalam busana formal maupun casual, sehingga generasi muda tetap mengenal dan melestarikan warisan budaya ini. Lebih dari sekadar pakaian, Surjan mengajarkan kita untuk menghargai identitas budaya dan filosofi leluhur yang terkandung di dalamnya.

Penutup

Memahami sejarah, jenis, dan filosofi Surjan mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan budaya Jawa. Surjan bukan sekadar pakaian, tetapi simbol harmonisasi antara seni, nilai sosial, dan filosofi hidup dalam tradisi masyarakat. Dengan menjaga dan melestarikannya, kita turut menguatkan identitas budaya serta mendorong kreativitas kaum muda.

Simak berita budaya menarik lainnya di Negeri Kami dan temukan lebih banyak inspirasi seputar warisan budaya Indonesia. Mengenal dan melestarikan Surjan membantu kita menghargai tradisi leluhur sekaligus menumbuhkan apresiasi generasi penerus terhadap kekayaan budaya Jawa.

Search

Video

Budaya Detail

DI Yogyakarta

Pakaian Adat

-

Budaya

Budaya Lainnya