Sate Bandeng: Gurih Legendaris Warisan Sultan Pertama Banten

Sate Bandeng: Gurih Legendaris Warisan Sultan Pertama Banten

Last Updated: 8 January 2026, 06:00

Bagikan:

sate bandeng
Foto: ResepKoki

Sate Bandeng – Olahan bandeng tanpa duri yang gurih dan lezat, menjadi salah satu makanan favorit Sultan Maulana Hasanuddin, sultan pertama Banten yang memerintah pada 1552 – 1570. Berdasarkan Indonesia Kaya, sate ini memadukan daging bandeng dan bumbu santan-rempah khas Banten sehingga menghasilkan cita rasa unik yang berbeda dari sate pada umumnya.

Hidangan ini bukan sekadar kuliner, tetapi juga bagian dari warisan budaya Banten. Dari keraton hingga pasar tradisional, sate bandeng tetap populer dan menjadi simbol identitas kuliner masyarakat Serang dan Cilegon.

Sejarah Sate Bandeng

Makanan ini muncul dari lingkungan keraton pada masa Sultan Maulana Hasanuddin. Pusat pemerintahan kala itu berada di Surosowan, Serang, dekat Laut Jawa, wilayah yang kini dikenal sebagai Banten Lama. Bandeng telah dibudidayakan sejak masa Majapahit dan menjadi ikan khas yang hidup di laut, payau, maupun tawar.

Sultan Hasanuddin sangat menyukai bandeng dan kerap menyajikannya untuk menghormati tamu. Namun duri-duri kecil ikan bandeng merepotkan sang sultan, sehingga juru masak keraton mencari cara agar hidangan ini lebih mudah disantap.

Teknik Olahan Sate Bandeng

Juru masak membelah bandeng tanpa merusak kulitnya, mengeluarkan tulang, lalu menghaluskan daging menggunakan gilingan. Daging disaring dari duri, dicampur bumbu, dan ditempatkan kembali ke kulit ikan. Setelah dijepit dengan bambu, sate dibakar hingga matang. Satu tusuk sate biasanya cukup untuk lima orang, membuat hidangan ini sering dihidangkan untuk tamu keraton.

Teknik pembuatan ini diwariskan secara turun-temurun oleh para juru masak, sehingga hingga kini sate bisa dinikmati dengan berbagai cara penyajian, mulai dari diasapi, dikukus, hingga digoreng, dengan pilihan rasa orisinal atau pedas.

Lokasi Penjualan Sate Bandeng

Para penjual sate bisa ditemui di sepanjang Jalan Raya Serang dan Cilegon. Banyak juga yang mempertahankan resep leluhur agar rasa tetap autentik. Sate ini juga menjadi oleh-oleh populer bagi wisatawan, sekaligus simbol warisan budaya Banten yang terus hidup.

Penutup

Sate bandeng bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya Banten yang gurih dan legendaris. Teknik pengolahan khas dan cita rasa yang unik menjadikannya warisan kuliner yang patut dicoba siapa pun.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

Banten

Kuliner

Kota Serang dan Kota Cilegon

Budaya

Budaya Lainnya