Sarung Tenun Kresesek – Kain khas Sumbawa yang dibuat sepenuhnya dengan tangan secara tradisional dan teliti. Sarung ini kerap dipakai di kepala saat upacara adat, menjadi simbol tradisi sekaligus identitas budaya masyarakat Samawa.
Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, setiap helai sarung tenun kresesek dibuat dengan berbagai motif binatang dan tanaman, menggunakan benang biasa serta benang kembaya. Proses pembuatannya memerlukan alat tradisional seperti tolang guren, golang kecil, sisir, dan belida, yang menjadikan sarung ini unik sekaligus sarana pelestarian warisan budaya.
Sejarah Sarung Tenun Kresesek
Sarung tenun ini sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Sumbawa. Pada masa itu, salah satu ruangan Istana Dalam Loka dijadikan khusus untuk pembuatan sarung ini. Kini, sarung tenun menjadi ornamen penting dalam pakaian adat Sumbawa, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Nusa Tenggara Barat untuk memilikinya.
Desa-desa Pembuat Sarung Tenun
Beberapa desa di Sumbawa dikenal sebagai pusat pembuatan sarung tenun, antara lain Desa Moyo, Desa Lengas, dan Desa Poto. Pembuatan satu sarung memakan waktu setidaknya satu bulan karena pembuatnya selain menenun juga bekerja sebagai petani. Proses ini menunjukkan kesabaran dan dedikasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya mereka.
Bahan, Alat, dan Motif Sarung
Bahan utama sarung tenun adalah benang biasa dan benang kembaya, yaitu benang khusus yang digunakan untuk membuat motif. Pembuatan sarung ini menggunakan alat tradisional seperti tolang guren, golang kecil, sisir, dan belida.
Motif yang digunakan terinspirasi dari flora dan fauna lokal. Salah satu motif binatang yang paling sering muncul adalah rusa. Setiap motif tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga menyimpan makna budaya dan filosofis masyarakat Samawa.
Fungsi Sarung Tenun Kresesek
Sarung tenun ini biasanya dipakai di kepala saat upacara adat. Pemakaian ini menegaskan status sosial dan menunjukkan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Sarung tenun ini juga menjadi simbol identitas budaya yang terus dipertahankan, sekaligus menghubungkan generasi muda dengan akar budaya mereka.
Penutup
Sarung tenun kresesek bukan sekadar kain, melainkan karya seni yang mencerminkan kreativitas, kesabaran, dan kecintaan masyarakat Sumbawa pada budaya mereka. Setiap helai sarung mengandung sejarah dan filosofi yang diwariskan turun-temurun.
Simak berita budaya menarik lainnya di Negeri Kami dan temukan inspirasi seputar warisan budaya Indonesia. Pelestarian sarung tenun kresesek menjadi cara menguatkan identitas budaya masyarakat Sumbawa sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.


