Rumah Ulu: Rumah Panggung, Dinding Kotak, dan Atap Curam

Rumah Ulu: Rumah Panggung, Dinding Kotak, dan Atap Curam

Last Updated: 31 January 2026, 06:00

Bagikan:

rumah ulu
Foto: Indonesia Kaya

Rumah Ulu – Salah satu tipologi arsitektur tradisional di Sumatera Selatan yang dimiliki masyarakat di kawasan hulu Sungai Musi. Rumah ini dibangun dengan struktur panggung, dinding kotak, dan atap curam, menggunakan kayu yang ditopang batang pohon unglen untuk ketahanan hingga ratusan tahun.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, setiap rumah mencerminkan tatanan sosial dan filosofi hidup masyarakat setempat. Penataan ruang dan arah pembangunan mengikuti sistem tradisional yang menghormati usia, menjaga harmonisasi keluarga, serta menanamkan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pembangunan Rumah Ulu

Rumah ini dibangun dengan kayu, di mana bagian bawah ditopang oleh batang pohon unglen yang diyakini dapat bertahan hingga ratusan tahun. Pembangunan rumah harus mengikuti aturan tertentu, misalnya menghadap ke garis aliran air untuk menghindari banjir dan mengikuti sistem ulu-ulak (ilir). Sistem ini mengatur posisi rumah dari hulu ke hilir berdasarkan usia penghuni, sekaligus menjadi pengaturan sosial dalam komunitas.

Struktur dan Ruang Rumah Ulu

Rumah ini dibagi menjadi tiga bagian utama:

  • Ruang Depan atau Rumah Ibu berfungsi sebagai tempat keluarga berkegiatan, makan, bersantai, dan menerima tamu. Panjang ruang ini mengikuti rentang lengan ibu dan dilengkapi jendela panjang serta tangga masuk.
  • Ruang Tengah terdiri dari haluan untuk perempuan, kakudan untuk laki-laki, dan gedongan atau ambin bagi orang tua untuk memberikan wejangan atau dongeng sebelum tidur.
  • Ruang Belakang atau pawon berfungsi sebagai dapur, biasanya terpisah dari bangunan utama, terhubung lewat lorong untuk mengurangi risiko kebakaran.

Filosofi Rumah Ulu

Setiap elemen rumah mengandung makna filosofis:

  • Atap Curam dan Lisplang yang saling menyilang melambangkan tanduk kerbau dan dunia atas, mencerminkan religiusitas masyarakat Komering.
  • Ambin, Haluan, Kakudan, Garang, dan Pawon melambangkan dunia tengah, menjunjung nilai kekeluargaan dan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan.
  • Balai Pari dan Kandang mencerminkan dunia bawah, menandai produktivitas dan kehidupan masyarakat Komering.

Perbedaan Golongan Penghuni

Rumah Ulu milik bangsawan memiliki tiga tingkat lantai, sedangkan rumah masyarakat umum biasanya hanya satu tingkat. Ornamen dan ukiran rumah mencerminkan kehidupan manusia yang berkesinambungan, dengan motif tumbuhan dan bunga yang penuh makna.

Pelestarian Rumah Ulu

Meski semakin jarang ditemukan, Rumah Ulu masih ada, misalnya di Museum Balaputera Dewa. Rumah berusia 200 tahun yang berasal dari Desa Asam Kelat, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ilir ini menjadi salah satu koleksi terbesar museum, memudahkan pengunjung dan akademisi mempelajari arsitektur tradisional. Pelestariannya menekankan nilai-nilai filosofis seperti menghormati orang tua, menyayangi yang muda, dan membangun keluarga harmonis.

Penutup

Rumah Ulu merupakan warisan budaya yang penuh filosofi, mencerminkan nilai kekeluargaan, sistem sosial, dan kearifan lokal masyarakat Komering. Setiap rumah bercerita tentang identitas dan sejarah yang masih relevan hingga kini.

Simak berita menarik seputar budaya dan arsitektur Indonesia di Negeri Kami, serta temukan beragam cerita inspiratif tentang warisan budaya Nusantara. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang tradisi lokal yang kaya makna dan penuh nilai sejarah.

Search

Video

Budaya Detail

Sumatera Selatan

Rumah Adat

Kabupaten Ogan Komering Ilir / Kecamatan Pengandonan / Desa Asam Kelat

Budaya

Budaya Lainnya