Rumah Bolaang Mongondow: Warisan Budaya Sulawesi Utara

Rumah Bolaang Mongondow: Warisan Budaya Sulawesi Utara

Last Updated: 18 December 2025, 03:00

Bagikan:

rumah bolaang mongondow
Foto: Pinterest / Artsy

Rumah Bolaang Mongondow – Rumah adat tradisional dari suku Bolaang Mongondow yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Rumah panggung ini sebagian besar terbuat dari kayu jati dan memiliki atap ijuk yang memanjang ke belakang, serta serambi muka yang dikenal dengan nama Dungkolon.

Selain menjadi tempat tinggal, rumah ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Menurut Wikipedia, sepanjang tahun 1957 hingga 1959, banyak rumah Bolaang Mongondow dibakar akibat kesalahpahaman dalam peristiwa Permesta, menjadikannya saksi sejarah penting bagi masyarakat setempat.

Sejarah dan Asal Usul Suku Bolaang Mongondow

Daerah Bolaang Mongondow dikenal dengan istilah Tanah Totabuan, artinya tempat mencari nafkah. Nama “Bolaang” berasal dari kata Bolango atau Balangon yang berarti laut, sedangkan “Mongondow” berasal dari Momondow yang berarti tanda kemenangan.

Leluhur suku ini diyakini berasal dari rombongan Deutro Melayu gelombang kedua yang hijrah pada abad XII. Dari dua pasangan suami istri leluhur, terbentuklah keturunan yang menjadi cikal bakal lahirnya suku Bolaang Mongondow. Setiap kelompok keluarga dipimpin oleh seorang Bogani yang dipilih berdasarkan tanggung jawab, keberanian, kebijaksanaan, dan kemampuan fisik.

Arsitektur Rumah Bolaang Mongondow

1. Bagian Bawah Rumah

Bagian bawah rumah terdiri dari tiang penyangga (Oigi), lantai (Talog), kayu melintang (Olad), sendi kayu (Otong/Kopatudama), tangga, serta kayu membujur dari depan ke belakang (Langko). Struktur ini melindungi rumah dari banjir dan hewan liar.

2. Bagian Tengah Rumah

Bagian tengah mencakup tiang penyangga (Solabako), kayu membujur (Baratan), kayu melintang (Pangariang), dinding (Dopi), dan pintu rumah. Dopi bisa terbuat dari kayu, papan, bambu, atau kayu nibung, dipasang dengan teknik diikat atau dipaku. Lantai dipasang melintang di antara kayu membujur dari muka ke belakang rumah.

3. Bagian Atas Rumah

Bagian atas terdiri dari kaso (Katou), kayu bumbungan (Bindubungan), tiang raja (Oigi Binubungan), penyangga miring (Bentanga), kayu penyangga atap (Lotad), dan atap (Atop) dari rumbia atau daun nipah. Beberapa jenis atap adalah Rumah Binou, Rumah Sinumuntotoi, Rumah Lumalako, dan Rumah Bungkus Nasi.

4. Susunan Ruangan

Rumah biasanya memiliki empat ruangan utama: serambi muka (Dungkolon), kamar (Dodungon), dapur (Dodungon), dan ruang tengah (Yu’ong In Baloi). Atap atas memiliki kamar khusus untuk anak gadis yang dipingit sebelum dewasa, dengan tangga khusus untuk keluar masuk agar terlihat oleh orang tua.

Fungsi Sosial dan Budaya

Serambi muka digunakan menerima tamu dan melakukan musyawarah keluarga. Ruang tengah berfungsi untuk bermain anak, makan, dan tidur malam. Kamar (Situp) untuk orang tua dan anak kecil, sedangkan dapur untuk memasak dan menyimpan bahan makanan. Rumah Bolaang Mongondow juga menjadi tempat melestarikan adat seperti penyambutan tamu dengan sirih pinang dan Tari Kabela.

Pelestarian Rumah Bolaang Mongondow

Pelestarian rumah adat ini penting agar generasi muda memahami sejarah dan budaya leluhur. Beberapa rumah peninggalan keluarga, seperti milik Suhartien Tegela sejak 1940, tetap terawat dengan kayu besi tahan rayap dan menjadi saksi sejarah peristiwa Permesta.

Penutup

Rumah Bolaang Mongondow menjadi bukti pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas lokal. Dengan memahami rumah adat ini, masyarakat dapat menghargai sejarah, arsitektur, dan kreativitas leluhur yang terus hidup hingga kini.

Simak berita budaya menarik lainnya di Negeri Kami dan temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang budaya dan tradisi lokal yang kaya makna.

Search

Video

Budaya Detail

Sulawesi Utara

Rumah Adat

Kabupaten Bolaang Mongondow

Budaya

Budaya Lainnya