Laku Tepu merupakan pakaian adat tradisional yang berasal dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Busana ini dikenal sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Sangihe yang masih digunakan hingga kini dalam berbagai acara adat, budaya, dan kegiatan resmi daerah (Kompas.com, 2021).
Keberadaan Laku Tepu tidak hanya merepresentasikan estetika busana tradisional, tetapi juga mencerminkan nilai sosial dan filosofi hidup masyarakat setempat. Seiring waktu, pakaian adat ini semakin sering diperkenalkan ke publik luas melalui festival budaya dan pemberitaan media nasional maupun lokal.
Asal Usul dan Sejarah Laku Tepu
Laku Tepu dari Kepulauan Sangihe
Laku Tepu berasal dari tradisi masyarakat Sangihe yang mendiami wilayah kepulauan di bagian utara Sulawesi. Istilah “laku” berarti pakaian, sedangkan “tepu” merujuk pada bentuk leher busana yang sempit dan tertutup. Penamaan ini menggambarkan karakter busana yang menjunjung tinggi nilai kesopanan (Kompas.com, 2021).
Secara historis, Laku Tepu dibuat dari serat alami tanaman pisang yang dikenal sebagai serat kofo. Bahan tersebut ditenun secara manual menjadi kain sebelum dijahit menjadi busana adat, sebuah proses tradisional yang masih dikenal oleh masyarakat Sangihe hingga saat ini (Inteligensia.id, 2024).
Ciri Khas dan Filosofi Laku Tepu
Desain, Warna, dan Aksesori
Laku Tepu memiliki ciri berupa baju panjang berlengan panjang dengan potongan sederhana. Warna-warna yang digunakan umumnya cerah seperti merah, kuning, hijau, dan ungu. Dalam konteks budaya Sangihe, warna-warna tersebut memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan status sosial dan peran seseorang dalam masyarakat adat (iNewsManado.com, 2023).
Busana ini juga dilengkapi dengan aksesori pendukung seperti paporong sebagai penutup kepala, popehe atau ikat pinggang, serta bandang atau selendang. Keseluruhan elemen tersebut memperkuat identitas Laku Tepu sebagai pakaian adat yang sarat makna budaya (iNewsManado.com, 2023).
Makna Filosofis Busana
Laku Tepu mencerminkan nilai kehormatan, etika, dan martabat. Model busana yang tertutup melambangkan sikap hidup masyarakat Sangihe yang menjunjung kesopanan serta keseimbangan dalam kehidupan sosial. Filosofi ini menjadikan Laku Tepu lebih dari sekadar pakaian tradisional.
Laku Tepu dalam Kehidupan Sosial dan Budaya
Digunakan dalam Upacara Adat dan Festival
Hingga kini, Laku Tepu masih digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan budaya di Sulawesi Utara. Pakaian ini kerap dikenakan dalam upacara adat, festival budaya, serta kegiatan seremonial yang melibatkan masyarakat Sangihe sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur (Sinarmas.co.id, 2025).
Melalui berbagai perayaan budaya tersebut, Laku Tepu terus diperkenalkan kepada generasi muda dan masyarakat luas sebagai simbol warisan budaya daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Representasi dalam Kegiatan Pemerintahan
Selain dalam acara budaya, Laku Tepu juga dikenakan oleh pejabat daerah dalam perayaan resmi, seperti peringatan hari jadi Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu contohnya adalah kehadiran Wakil Bupati Kepulauan Sitaro yang mengenakan Laku Tepu dalam perayaan HUT Sulut sebagai wujud pelestarian budaya lokal (Tribrata.tv, 2025).
Upaya Pelestarian Laku Tepu
Pelestarian Laku Tepu terus dilakukan melalui pengenalan budaya di berbagai festival dan pemberitaan media. Dukungan pemerintah daerah serta peran komunitas budaya menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi pakaian adat ini di tengah perkembangan zaman (Sinarmas.co.id, 2025).
Selain itu, publikasi media nasional dan lokal turut membantu memperluas pengetahuan masyarakat tentang nilai sejarah dan filosofi Laku Tepu sebagai bagian dari kekayaan budaya Sulawesi Utara.
Laku Tepu merupakan pakaian adat khas Sangihe yang mencerminkan nilai budaya, filosofi hidup, dan identitas masyarakat Sulawesi Utara. Keberadaannya hingga kini menunjukkan bahwa warisan budaya lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan modern.
Untuk mengetahui lebih banyak informasi seputar budaya dan tradisi Nusantara lainnya, pembaca dapat menjelajahi berbagai artikel menarik dan informatif di Negeri Kami
Referensi

