Gulai tepek ikan menjadi salah satu kuliner khas Jambi yang memiliki cita rasa unik dan kaya rempah. Hidangan ini memadukan olahan ikan giling berbahan sagu dengan kuah gulai santan yang gurih dan sedikit asam, menjadikannya berbeda dari olahan ikan di daerah lain.
Tidak hanya sekadar makanan, gulai tepek ikan juga memiliki nilai budaya yang kuat karena sering disajikan dalam acara adat seperti pernikahan, kenduri, maupun perayaan masyarakat setempat. Kehadirannya menjadi simbol kekayaan kuliner daerah yang patut dilestarikan.
Mengenal Gulai Tepek Ikan sebagai Kuliner Khas Jambi
Gulai tepek ikan dikenal sebagai makanan tradisional dari Jambi yang menggunakan bahan utama ikan yang digiling, kemudian dicampur dengan tepung sagu dan dibentuk pipih sebelum dimasak dalam kuah gulai. Nama “tepek” sendiri merujuk pada proses memipihkan adonan ikan sebelum direbus atau dimasak.
Menurut laporan ANTARA News Jambi, hidangan ini kerap disajikan dalam berbagai acara adat dan hajatan masyarakat, termasuk pernikahan dan kenduri. Cita rasanya yang khas berasal dari perpaduan santan, rempah-rempah, serta tambahan nanas yang memberi rasa asam segar pada kuah gulai (ANTARA News Jambi, 2023).
Selain itu, detikFood juga menyebutkan bahwa gulai tepek ikan memiliki kemiripan dengan pempek karena menggunakan ikan dan sagu, tetapi disajikan dalam bentuk gulai berkuah santan sehingga menghasilkan sensasi rasa yang berbeda (detikFood, 2016).
Sejarah dan Tradisi Gulai Tepek Ikan
Keberadaan gulai tepek ikan tidak lepas dari budaya masyarakat Jambi yang kaya akan tradisi kuliner berbasis ikan sungai maupun laut. Kedekatan geografis dengan Sumatera Barat dan Sumatera Selatan turut memengaruhi teknik memasak serta penggunaan rempah dalam hidangan ini.
Meski memiliki kemiripan dengan pempek atau olahan ikan lain di Sumatera, gulai tepek ikan tetap memiliki identitas tersendiri melalui penggunaan kuah gulai santan dan bumbu khas daerah. Hidangan ini sering hadir dalam festival kuliner atau kegiatan budaya sebagai representasi kekayaan kuliner Jambi (ANTARA News Jambi, 2022).
Bahan, Cara Memasak, dan Keunikan Rasa Gulai Tepek Ikan
Bahan utama gulai tepek ikan biasanya meliputi ikan tenggiri, gabus, atau jenis ikan lainnya yang digiling halus. Adonan kemudian dicampur dengan sagu, telur, dan bumbu dasar sebelum dibentuk pipih dan direbus hingga matang.
Setelah itu, potongan tepek ikan dimasukkan ke dalam kuah gulai berbasis santan yang diracik dari berbagai rempah seperti kunyit, serai, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabai, serta tambahan nanas sebagai penyeimbang rasa gurih dan asam. Proses memasak membutuhkan teknik khusus agar santan tidak pecah dan tekstur tepek tetap kenyal.
Keunikan lainnya terletak pada tekstur hidangan yang memadukan kenyalnya adonan ikan dengan kuah gurih yang kaya rasa. Biasanya, gulai tepek ikan disajikan bersama nasi minyak atau nasi gemuk khas Jambi.
Tantangan Pelestarian Gulai Tepek Ikan di Era Modern
Meskipun memiliki nilai budaya tinggi, gulai tepek ikan tidak selalu mudah ditemukan di restoran umum. Hidangan ini lebih sering hadir pada acara khusus atau dibuat oleh masyarakat lokal yang masih mempertahankan tradisi kuliner daerah.
Beberapa pelaku kuliner dan pemerhati budaya berharap generasi muda dapat terus memperkenalkan makanan ini agar tidak hilang ditelan modernisasi. Selain sebagai identitas budaya, gulai tepek ikan juga memiliki potensi ekonomi sebagai produk kuliner khas daerah yang dapat menarik wisatawan.
Gulai tepek ikan bukan sekadar hidangan lezat, tetapi juga bagian dari warisan budaya masyarakat Jambi yang sarat nilai sejarah dan tradisi. Perpaduan teknik memasak tradisional dan kekayaan rempah Nusantara menjadikannya kuliner unik yang patut dikenal lebih luas.
Melalui pengenalan dan promosi yang tepat, kuliner khas seperti gulai tepek ikan dapat terus lestari sekaligus menjadi daya tarik wisata gastronomi Indonesia. Jangan lewatkan berbagai artikel kuliner dan budaya menarik lainnya hanya di Negeri Kami.
Referensi

