Festival Tabot Bengkulu: Tradisi Tabot Bengkulu yang Selalu Ramai Wisatawan Saat Muharram

Festival Tabot Bengkulu: Tradisi Tabot Bengkulu yang Selalu Ramai Wisatawan Saat Muharram

Last Updated: 15 March 2026, 16:04

Bagikan:

Festival Tabot Bengkulu
Festival Tabot Bengkulu menjadi simbol kuat warisan budaya yang menghidupkan sejarah, tradisi, dan semangat masyarakat Bengkulu setiap Muharram. Sumber gambar: Website DJKN.

Festival Tabot Bengkulu merupakan tradisi budaya tahunan yang digelar masyarakat Bengkulu setiap 1–10 Muharram untuk mengenang gugurnya Husain bin Ali dalam peristiwa Karbala. Tradisi ini berkembang menjadi ritual budaya sekaligus festival wisata yang menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia (Kompas.com, 2023; ANTARA News, 2016).

Sejarah Tabot Bengkulu dari Tradisi Karbala hingga Budaya Daerah

Tradisi tabot bengkulu berasal dari ritual berkabung umat Islam yang memperingati peristiwa Karbala pada tahun 680 M. Peristiwa tersebut berkaitan dengan gugurnya Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad, dalam peperangan melawan pasukan Yazid (Kompas.com, 2022).

Tradisi tersebut masuk ke Bengkulu pada masa kolonial Inggris melalui pekerja Muslim asal India. Tokoh bernama Imam Senggolo memperkenalkan ritual tersebut kepada masyarakat Bengkulu pada abad ke-17. Keturunan Imam Senggolo kemudian mempertahankan ritual tersebut melalui keluarga Tabot yang masih menjalankan tradisi hingga sekarang (Kompas.com, 2023).

Masyarakat Bengkulu kemudian mengadaptasi ritual tersebut menjadi tradisi budaya daerah. Pemerintah daerah Bengkulu kemudian mengembangkan tradisi tersebut menjadi festival budaya yang terbuka bagi masyarakat luas serta wisatawan (ANTARA News Bengkulu, 2015).

Beberapa fakta sejarah penting tentang tradisi tabot bengkulu antara lain:

  • Imam Senggolo memperkenalkan ritual Tabot ke Bengkulu pada masa kolonial Inggris.
  • Keturunan Imam Senggolo mempertahankan tradisi melalui keluarga Tabot.
  • Pemerintah daerah Bengkulu menjadikan festival Tabot sebagai agenda wisata tahunan.

Rangkaian Ritual Tabot Bengkulu dari 1 hingga 10 Muharram

Tradisi tabot bengkulu memiliki rangkaian prosesi ritual yang berlangsung selama sepuluh hari pada awal bulan Muharram. Setiap tahapan ritual memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kisah Karbala serta perjalanan sejarah Husain bin Ali (Kompas.com, 2023).

Keluarga Tabot menjalankan prosesi tersebut secara turun-temurun sebagai bagian dari pelestarian tradisi budaya Bengkulu.

Beberapa tahapan utama dalam ritual Tabot Bengkulu meliputi:

  • Mengambik Tanah, keluarga Tabot mengambil tanah dari tempat tertentu sebagai simbol penciptaan manusia.
  • Duduk Penja, keluarga Tabot membersihkan benda pusaka yang disebut penja sebagai bagian dari ritual persiapan.
  • Menjara, kelompok Tabot memainkan musik dol sambil melakukan arak-arakan keliling kota.
  • Arak Gedang, masyarakat mengarak bangunan Tabot besar yang dihias dengan berbagai ornamen warna-warni.
  • Tabot Tebuang, prosesi pembuangan Tabot ke laut atau sungai sebagai penutup rangkaian ritual.

Rangkaian ritual tersebut menjadi daya tarik budaya yang unik karena memadukan nilai sejarah, spiritualitas, dan tradisi lokal masyarakat Bengkulu (Kompas.com, 2023).

Festival Tabot Bengkulu sebagai Daya Tarik Wisata Budaya

Festival tabot bengkulu berkembang menjadi salah satu agenda wisata budaya terbesar di Provinsi Bengkulu. Pemerintah daerah menyelenggarakan berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat lokal selama festival berlangsung (ANTARA News Bengkulu, 2015).

Festival tersebut biasanya berlangsung di Kota Bengkulu dan dihadiri oleh ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Beberapa kegiatan budaya yang biasanya hadir dalam festival antara lain:

  • Pertunjukan musik dol Bengkulu yang dimainkan secara massal.
  • Pawai budaya yang menampilkan berbagai bentuk Tabot.
  • Pameran kuliner khas Bengkulu.
  • Pameran produk UMKM lokal.
  • Pertunjukan seni tradisional daerah.

Kegiatan tersebut menjadikan festival Tabot tidak hanya sebagai ritual budaya tetapi juga sebagai sarana promosi pariwisata daerah (ANTARA News Bengkulu, 2015).

Dampak Ekonomi Festival Tabot Bengkulu bagi Masyarakat

Festival tabot bengkulu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Bengkulu karena festival tersebut meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Wisatawan yang datang selama festival berlangsung meningkatkan aktivitas ekonomi pada sektor pariwisata, kuliner, dan perdagangan lokal (Detik.com, 2023).

Pemerintah daerah Bengkulu menilai bahwa festival tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif.

Beberapa dampak ekonomi yang muncul antara lain:

  • Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Bengkulu.
  • Pertumbuhan usaha kuliner khas Bengkulu.
  • Peningkatan penjualan kerajinan tangan dan suvenir.
  • Peningkatan pendapatan pelaku UMKM lokal.

Pemerintah daerah terus mempromosikan festival Tabot sebagai strategi pengembangan wisata budaya di Bengkulu sekaligus sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat (Detik.com, 2023).

Festival tabot bengkulu menunjukkan bahwa tradisi budaya dapat menjadi identitas daerah sekaligus daya tarik wisata yang kuat. Masyarakat Bengkulu menjaga tradisi tersebut melalui berbagai ritual yang diwariskan secara turun-temurun sejak masa kolonial.

Pembaca dapat menemukan berbagai informasi menarik lainnya tentang budaya Indonesia di Negeri Kami. Pembaca juga dapat membaca artikel lain yang membahas tradisi daerah, festival budaya, serta destinasi wisata unik di Indonesia.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Bengkulu

Acara Sakral

Bengkulu

Budaya

Budaya Lainnya