Barong Ider Bumi: Ritual Tolak Bala Tradisi Masyarakat Osing

Barong Ider Bumi: Ritual Tolak Bala Tradisi Masyarakat Osing

Last Updated: 23 January 2026, 06:00

Bagikan:

barong ider bumi
Foto: Indonesia Kaya

Barong Ider Bumi – Ritual tahunan masyarakat Osing dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang digelar setiap tahun pada hari kedua Bulan Syawal. Upacara ini berfungsi sebagai pengusir bahaya sekaligus permohonan kesuburan kepada Sang Maha Kuasa.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, ritual ini juga dipercaya sebagai sarana penyucian diri dari segala kesalahan selama setahun serta sebagai bentuk penyembuhan terhadap wabah penyakit. Tradisi ini telah berlangsung puluhan tahun, pertama kali diselenggarakan sekitar tahun 1940-an, dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Osing.

Asal-usul dan Makna Barong Ider Bumi

Barong Ider Bumi berasal dari tokoh mitologis Barong dalam budaya Bali. Barong dianggap sebagai raja para arwah dan simbol kebaikan. Pengarakan Barong keliling desa dimaksudkan untuk mengusir kejahatan, hawa nafsu, dan keburukan yang menghalangi keberuntungan serta kemakmuran masyarakat. Ritual ini tidak hanya bersifat religius, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya, memperkuat solidaritas warga serta melestarikan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Pelaksanaan Ritual Barong Ider Bumi

Arak-arakan Barong

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mengarak sesosok Barong berkeliling desa. Sepanjang perjalanan, dilakukan pembacaan macapat, tembang Jawa kuno yang berisi doa kepada Tuhan dan roh nenek moyang. Seiring berkembangnya pengaruh Islam, doa diawali dengan bacaan Al-Fatihah dan doa dalam bahasa Arab.

Partisipasi Warga dan Kesenian Pendukung

Arak-arakan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga para sepuh. Acara turut dimeriahkan dengan berbagai kesenian khas Banyuwangi seperti tari gandrung, burdah, singo-singoan, dan hadrah kuntulan, yang menambah semarak dan keunikan ritual.

Filosofi di Balik Ritual

Setiap elemen dalam ritual ini melambangkan upaya membersihkan diri, mengusir energi negatif, dan memohon keberkahan. Dengan begitu, tradisi ini menjadi sarana pendidikan budaya sekaligus penguatan identitas masyarakat Osing.

Penutup

Barong Ider Bumi bukan sekadar ritual adat, tetapi juga simbol penguatan nilai spiritual, sosial, dan budaya bagi masyarakat Osing. Tradisi ini menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan serta mempererat solidaritas komunitas desa.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya seputar budaya Nusantara dan ritual sakral di Negeri Kami. Mari bersama-sama melestarikan tradisi dan nilai leluhur masyarakat Osing.

Search

Video

Budaya Detail

Jawa Timur

Acara Sakral

Kabupaten Banyuwangi

Budaya

Budaya Lainnya