Baju Antakusuma: Kilau Adat Bangsawan Kutai Kartanegara

Baju Antakusuma: Kilau Adat Bangsawan Kutai Kartanegara

Last Updated: 3 December 2025, 03:00

Bagikan:

baju antakusuma - kilau adat bangsawan kutai kartanegara
Foto: Orami

Baju Antakusuma – Salah satu baju adat dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Baju ini juga dikenal sebagai Baju Kutai Kuning, pakaian kebesaran bangsawan yang biasanya dikenakan pada acara pernikahan, simbol status, dan identitas budaya kerajaan Kutai.

Menurut Gocsr Kaltim, awalnya, hanya golongan bangsawan yang diperbolehkan mengenakan Baju Antakusuma. Namun saat ini masyarakat umum pun dapat menggunakannya, meski dengan perbedaan aksesoris yang menandai status sosial. Dominasi warna kuning dipadukan dengan songket merah dan mahkota khas, menjadikan baju ini tak hanya cantik tetapi juga penuh makna.

Sejarah dan Fungsi Baju Antakusuma

Baju Antakusuma dipakai terutama pada prosesi Naik Pengantin di rumah pengantin wanita. Upacara dimulai dengan mengarak pengantin pria disertai ucapan Selawat Nabi dan hamburan beras kuning, dilanjutkan dengan Lawa Cinde dan Lawa Bokor. Pengantin kemudian duduk di Geta atau Petiduran yang dihias sebagai simbol kebahagiaan rumah tangga, diikuti ucapan selamat dari tamu.

Baju ini memiliki peran penting dalam menegaskan identitas budaya Kutai dan menunjukkan status sosial pemakainya. Busana ini tidak sekadar pakaian, tetapi simbol tradisi dan warisan leluhur yang masih dijaga hingga kini.

Baju Antakusuma Pria

  • Gorda Mungkur: Mahkota berbentuk Garuda, dilengkapi Sumping di kedua sisi depan.
  • Kerno: Hiasan telinga yang dihias bunga melati.
  • Pesolek Muha: Hiasan wajah yang terdiri dari Jenu, Cangak, Kanaka, dan Lengkok Taji.
  • Engkalong Simbar, Kuarik, Tempatong, Naga: Kalung dan hiasan dada dengan motif Wisnu atau naga.
  • Kelibun, Kelopak Udang, Tengkang: Penutup bagian belakang busana.
  • Lolak dan Tembang Raga-raga: Gelang untuk pergelangan tangan.
  • Kembang Genggaman: Berisi kembang Janggut Merah dan Kuning, kembang emas, dan sirih yang dibungkus sutra keemasan.
  • Keris dan Kemban Kida-kida: Selendang kuning bermotif ikan dengan ujung menjuntai ke keris.
  • Seloar dan Tapeh Alang, Tapek Pasak: Bawahan berupa kain songket berbentuk celana dan dodot dengan hiasan warna-warni.

Baju Antakusuma Wanita

  • Sekar Suhun: Mahkota setengah lingkar kepala, dihias Cecunduk menjuntai ke mata.
  • Asam/Papan Sekepeng: Sanggul terurai dengan hiasan bunga melati di sekeliling papan.
  • Kerno dan Pesolek Muha: Hiasan telinga dan wajah yang mempercantik tampilan.
  • Engkalong Tempatong, Naga, Kuarik, Kelibun: Kalung dan penutup belakang dengan motif Wisnu dan naga.
  • Pejimatan: Hiasan magis di lipatan siku yang berisi jimat adat.
  • Kelaru, Lolak, Tembang Raga-raga, Kembang Genggaman: Gelang dan kembang untuk pergelangan tangan.
  • Tapeh Alang dan Tapeh Pasak: Bawahan berupa kain songket seperti rok kurung dengan hiasan ujung meruncing.

Penutup

Baju Antakusuma mencerminkan identitas dan nilai budaya Kutai yang kaya makna. Setiap hiasan dan warna menunjukkan status sosial serta tradisi leluhur yang tetap dijaga. Sebagai simbol warisan kerajaan, busana ini memperkuat kebanggaan masyarakat Kutai sekaligus menjaga hubungan antara sejarah, seni, dan kehidupan sosial generasi kini dan mendatang.

Simak berita budaya menarik lainnya di Negeri Kami untuk menemukan inspirasi seputar warisan budaya Indonesia. Dengan mengenal dan melestarikan Baju Antakusuma, kita menghargai tradisi leluhur sekaligus menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap kekayaan budaya Kalimantan Timur.

Search

Video

Budaya Detail

Kalimantan Timur

Pakaian Adat

Kabupaten Kutai Kartanegara

Budaya

Budaya Lainnya