Di Balik Tari Jatilaras dari Banten, Ada Kisah Budaya yang Jarang Diketahui

Di Balik Tari Jatilaras dari Banten, Ada Kisah Budaya yang Jarang Diketahui

Last Updated: 4 November 2026, 09:55

Bagikan:

Penari membawakan Tari Jati Laras dari Cilegon, Banten, dengan gerakan yang terinspirasi dari pencak silat.
Tari Jati Laras memadukan seni tari dengan inspirasi gerakan pencak silat khas Banten

Negerikami.id – Sekilas, Tari Jati Laras mungkin terlihat seperti pertunjukan tari kreasi pada umumnya. Namun, di balik rangkaian gerak dan penampilannya, terdapat inspirasi dari seni bela diri yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Banten. Tarian ini mengambil sejumlah unsur gerak pencak silat, sehingga menghadirkan perpaduan antara seni pertunjukan dan karakter bela diri lokal. Perpaduan tersebut membuat Jati Laras memiliki daya tarik tersendiri di tengah beragam tarian daerah Indonesia.

Keunikan itu bukan sekadar cerita yang berkembang tanpa dasar. Penelitian yang diterbitkan dalam Gesture: Jurnal Seni Tari pada 2023 secara khusus membahas pembelajaran Tari Jati Laras di Sanggar RStudio, Kota Cilegon, Banten. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa beberapa sumber geraknya berasal dari silat. Artinya, tarian ini memperlihatkan bagaimana gerakan bela diri dapat dikembangkan menjadi karya seni yang memiliki susunan koreografi tersendiri.

Berawal dari Kreativitas Seni Tari di Kota Cilegon

Tari Jati Laras dikenal sebagai tari kreasi yang berkembang melalui proses pengolahan gerak. Berbeda dengan tarian yang diwariskan secara turun-temurun dalam bentuk tradisi tertentu, tari kreasi memberikan ruang bagi penata tari untuk mengembangkan inspirasi menjadi pertunjukan baru. Dalam kasus Jati Laras, salah satu inspirasi pentingnya adalah pencak silat yang memiliki hubungan kuat dengan identitas budaya Banten, khususnya Cilegon.

Jejak perkembangan tarian ini dapat dilihat melalui aktivitas Sanggar RStudio di Kota Cilegon. Penelitian Vivi Anggita Putri, Alis Triena Permanasari, dan Dwi Junianti Lestari yang diterbitkan pada 2023 mendokumentasikan proses pembelajaran Jati Laras di sanggar tersebut. Penelitian itu menunjukkan bahwa tarian ini telah menjadi materi pembelajaran seni yang dipelajari secara terstruktur. Meski demikian, sumber akademik tersebut tidak menyebutkan secara pasti kapan tarian pertama kali diciptakan, sehingga tahun penciptaannya tidak dapat dipastikan.

Gerak Pencak Silat Menjadi Daya Tarik Tari Jati Laras

Hal yang membuat Tari Jati Laras menarik adalah pengolahan gerak yang mengambil inspirasi dari pencak silat. Gerakan bela diri yang biasanya digunakan untuk mempertahankan diri dapat diolah menjadi rangkaian gerak artistik. Unsur ketegasan, keseimbangan, dan kelincahan menjadi bagian yang dapat diamati dalam karakter gerak tari tersebut. Perpaduan ini memperlihatkan bahwa seni bela diri tidak hanya memiliki fungsi pertahanan, tetapi juga dapat menjadi sumber kreativitas dalam seni pertunjukan.

Penelitian dalam Gesture: Jurnal Seni Tari juga menjelaskan bahwa pembelajaran Jati Laras dilakukan melalui tahapan struktur, analisis, dan sintesis atau metode SAS. Materi gerak terlebih dahulu diperkenalkan secara utuh, kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipelajari, sebelum akhirnya digabungkan kembali. Beberapa istilah gerak yang muncul dalam proses pembelajaran antara lain balumbang, rawel, encos, sikut, dorong, mincid, tonjok, dan depok. Detail tersebut menunjukkan bahwa tarian ini memiliki susunan gerak yang dipelajari secara sistematis.

Makna Jati Laras: Ketegasan dan Keselarasan dalam Gerak

Nama Jati Laras dapat menjadi pintu masuk untuk memahami gagasan yang dibawa tarian ini. Dalam sebuah dokumen penelitian mengenai struktur geraknya, nama tersebut dijelaskan melalui simbol pohon jati yang kuat dan tidak mudah rapuh, serta kata laras yang dimaknai sebagai keselarasan. Penafsiran tersebut menggambarkan sosok yang memiliki keteguhan sekaligus mampu menjaga keseimbangan dalam menghadapi berbagai keadaan. Namun, makna ini perlu dipahami sebagai penjelasan yang tercantum dalam dokumen penelitian, bukan sebagai satu-satunya tafsir resmi yang berlaku untuk semua pihak.

Inspirasi pencak silat membuat gagasan keteguhan itu terasa dekat dengan karakter pertunjukannya. Gerak yang tegas dapat menyampaikan kesan keberanian, sedangkan susunan koreografi yang teratur memperlihatkan pentingnya kendali dan keselarasan. Penonton tidak hanya menyaksikan rangkaian gerak, tetapi juga dapat mengenali bagaimana nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat diterjemahkan ke dalam bahasa seni. Di sinilah Jati Laras memiliki ruang untuk diperkenalkan lebih luas sebagai salah satu karya tari dari Cilegon.

Mengapa Tari Jati Laras Perlu Terus Dikenalkan?

Tantangan seni daerah bukan hanya menjaga pertunjukan agar tetap ada, tetapi juga memastikan generasi muda mengenal cerita dan proses di baliknya. Tari kreasi seperti Jati Laras membutuhkan ruang latihan, pendampingan, serta kesempatan tampil agar tidak berhenti sebagai materi pembelajaran di sanggar. Dokumentasi akademik tentang proses pembelajarannya menjadi salah satu bukti bahwa upaya mengenalkan tarian ini telah mendapat perhatian. Pengetahuan tersebut penting agar masyarakat dapat mengenali karya seni daerah melalui informasi yang lebih terarah.

Pengenalan melalui festival budaya juga dapat membuka kesempatan bagi masyarakat dari luar Banten untuk melihat kekayaan seni Cilegon. Ketika sebuah tarian tampil di panggung publik, penonton memiliki kesempatan untuk mengenali unsur gerak, inspirasi, dan karakter budaya yang dibawanya. Festival Negeri Kami 2026 dapat menjadi ruang perkenalan tersebut apabila Tari Jati Laras ditampilkan dalam rangkaian acaranya. Dengan begitu, tarian ini tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kreativitas seni dapat tumbuh dari kekayaan budaya lokal.

Penutup

Tari Jati Laras dari Banten menunjukkan bahwa pencak silat dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan karya seni tari. Melalui perpaduan gerakan bela diri dan kreativitas koreografi, tarian ini memiliki karakter yang menarik. Keberadaannya juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu mempertahankan bentuk lama. Sebaliknya, warisan lokal dapat dikembangkan menjadi karya baru tanpa kehilangan unsur inspirasinya. Oleh karena itu, Tari Jati Laras perlu terus dikenalkan agar semakin banyak masyarakat mengenal kekayaan seni dari Kota Cilegon.

Sumber referensi

Search

Video

Budaya Detail

Banten

Tarian

Tari Jati Laras Banten

Budaya

Budaya Lainnya