Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan Singkawang Mooncake Festival 2026 menjadi ruang untuk memadukan pelestarian budaya dan tradisi dengan pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif di kota itu, seperti diberitakan Antara News.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan, merawat, dan mengembangkan tradisi budaya Mooncake di tengah masyarakat,” kata Tjhai Chui Mie saat membuka Singkawang Mooncake Festival di Singkawang.
Tradisi Mooncake Diperkenalkan kepada Masyarakat Luas
Ia mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi perayaan budaya. Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mengenalkan tradisi kue bulan atau Mooncake kepada masyarakat luas. Tradisi tersebut khususnya diperkenalkan kepada generasi muda dan wisatawan yang berkunjung ke Singkawang.
Menurut dia, tradisi dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan. Hal itu dapat dilakukan apabila dikemas melalui kegiatan yang menarik, terbuka, dan dapat dinikmati berbagai kalangan.
“Ketika sebuah tradisi dikemas menjadi sebuah kegiatan yang menarik, terbuka, dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas, maka tradisi tersebut memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dikenal oleh generasi muda, wisatawan, dan masyarakat dari luar Kota Singkawang,” ujarnya.
Festival Beri Ruang bagi Ekonomi Kreatif dan Usaha Lokal
Tjhai Chui Mie juga mendorong agar penyelenggaraan festival memberikan ruang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan usaha lokal untuk berkarya. Ruang tersebut dapat digunakan untuk mempromosikan produk, memperluas pasar, serta memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.
Ia berharap wisatawan yang datang tidak hanya menyaksikan rangkaian pertunjukan. Wisatawan juga dapat mengenal kekayaan budaya dan kuliner Singkawang, membeli produk kreatif lokal, serta membawa pengalaman tentang keberagaman budaya kota tersebut ke daerah asal.
Singkawang Mooncake Festival 2026 digelar selama sepekan, 21-27 September 2026. Festival tersebut berlangsung di kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang, Jalan Sejahtera, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat.
Beragam kegiatan disiapkan dalam festival tersebut. Kegiatannya meliputi kompetisi Chinese Dance, storytelling, pertunjukan musik tradisional, wayang gantung, lomba makan kue bulan, hiburan musik, Moon Cake Run, dan fashion Hanfu.
“Perpaduan tradisi, seni pertunjukan, dan aktivitas kreatif itu menjadi bagian dari upaya Singkawang menghadirkan festival budaya yang terbuka dan atraktif, sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota yang dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan budaya dan keberagaman yang kuat di Kalimantan Barat,” katanya.
Penutup
Singkawang Mooncake Festival 2026 menjadi ruang untuk memadukan pelestarian budaya dan tradisi dengan pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatannya memadukan tradisi, seni pertunjukan, dan aktivitas kreatif. Festival ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan tradisi Mooncake kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda dan wisatawan.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.