Museum Tekstil Hadirkan Umbul-Umbul “Caruban Nagari”

Museum Tekstil Hadirkan Umbul-Umbul “Caruban Nagari”

Rizky Ananda

Last Updated: 12 August 2026, 01:00

Bagikan:

umbul-umbul caruban nagari
Foto: Antara News
Table of Contents

Museum Tekstil bersama Himpunan Wastraprema (HWP) menghadirkan umbul-umbul Caruban Nagari. Bendera Kesultanan Cirebon tersebut menjadi saksi bisu perjuangan melawan penjajah di Sunda Kelapa. Umbul-umbul tersebut dihadirkan dalam pameran wastra bersejarah bertema “Menjaga Warisan untuk Masa Depan”, seperti diberitakan Antara News.

Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Sri Kusumawati, dalam siniar yang disiarkan Dinas Kebudayaan, Senin, mengatakan bendera tersebut dibuat pada tahun 1776. Versi asli bendera itu pernah dibawa Fatahillah ketika menyerang Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527.

“Benderanya dibuat dengan teknik batik tulis. Kemudian, motifnya menggunakan kaligrafi Islam. Jadi maknanya sungguh luar biasa,” kata dia dalam siniar yang disiarkan Dinas Kebudayaan DKI, Senin.

Makna dan Simbol Umbul-Umbul Caruban Nagari

Bendera itu memuat kalimat Basmallah, syahadat, serta ayat dari Surat Al-Ikhlas, Al-An’am (ayat 103), dan Ash-Shaff (ayat 13). Ayat-ayat tersebut bermakna pertolongan dan kemenangan yang dekat. Selain itu, ada pula simbol macan Ali dan pedang Zulfiqar. Dalam tradisi Jawa-Sunda kuno, macan merupakan lambang keberanian, kewibawaan, dan penjaga hutan. Simbol ini berpadu dengan pengaruh Persia yang menjuluki Ali bin Abi Thalib sebagai Singa Tuhan.

Replika dan Pameran Bendera Cirebon

Sri mengatakan, bendera yang dibawa Fatahillah dibuat replikanya oleh Keraton Cirebon pada tahun 1776. Setelahnya, Museum Tekstil membuat replika bendera tersebut tahun 2010.

“Aslinya masih ada di Museum Tekstil, kami simpan di storage karena sudah sangat tua. Tidak mungkin lagi kami pamerkan. Pada tahun 2010 Museum Tekstil membuat replika. Duplikatnya yang dipakai untuk dipamerkan di beberapa kesempatan,” kata dia.

Menurut Sri, ini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menjadi sorotan dalam pameran yang juga diadakan untuk memperingati 50 tahun Museum Tekstil. Adapun Bendera Cirebon pernah diabadikan dalam seri prangko “Sekilah Sejarah Kota Jakarta” pada tahun 2008. Prangko bernilai kapur Rp10 ribu tersebut menampilkan kibaran bendera yang bersanding dengan Fatahillah, bersama siluet pasukan berkudanya. Sementara itu pameran “Menjaga Warisan untuk Masa Depan” berlangsung pada 24 Juni-30 Agustus 2026.

Penutup

Kehadiran umbul-umbul Caruban Nagari dalam pameran di Museum Tekstil memperkenalkan kembali Bendera Kesultanan Cirebon yang memiliki kaitan dengan perjuangan Fatahillah di Sunda Kelapa. Bendera tersebut juga memiliki nilai budaya dan keagamaan melalui teknik batik tulis, kaligrafi Islam, serta simbol macan Ali dan pedang Zulfiqar.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar budaya, cerita & identitas, kolaborasi & ruang budaya, kreativitas lokal, seni & ekspresi, serta warisan & tradisi dari berbagai daerah di Indonesia hanya di Negeri Kami.

/ Search /

/ Artikel Lainnya /