CFD Rasuna Said Perdana 10 Mei 2026 di Jakarta Selatan, Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Resmi Disiapkan untuk Antisipasi Kemacetan

CFD Rasuna Said Perdana 10 Mei 2026 di Jakarta Selatan, Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Resmi Disiapkan untuk Antisipasi Kemacetan

Raka Saputra

Last Updated: 10 May 2026, 07:40

Bagikan:

CFD Rasuna Said Jakarta
CFD Rasuna Said perdana langsung jadi perhatian warga Jakarta karena hadir dengan rekayasa lalu lintas dan titik parkir khusus demi kenyamanan pengunjung di kawasan Kuningan. Sumber gambar: Kapanlagi.com/Budy Santoso
Table of Contents

CFD Rasuna Said mulai diberlakukan pada Minggu, 10 Mei 2026, di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengalihan arus kendaraan, dan lokasi parkir strategis untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta dan berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 10.00 WIB (Liputan6.com, 2026).

CFD Rasuna Said 10 Mei 2026 Jadi Lokasi Baru HBKB Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Jalan H.R. Rasuna Said sebagai lokasi baru pelaksanaan Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari perluasan kawasan ramah pejalan kaki di ibu kota (Investortrust.id, 2026).

Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa kawasan CFD terbagi menjadi dua segmen utama. Pemerintah daerah memberlakukan penutupan jalan di sisi timur dan sisi barat Jalan H.R. Rasuna Said selama kegiatan berlangsung (Liputan6.com, 2026).

Segmen CFD Rasuna Said meliputi:

  • Simpang Jalan Gembira sampai Simpang Jalan Raya Casablanca.
  • Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio sampai Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya.
  • Area pedestrian dan jalur olahraga masyarakat.
  • Kawasan publik untuk kegiatan olahraga dan rekreasi.

Kebijakan tersebut menambah titik pelaksanaan CFD selain kawasan Sudirman–Thamrin yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat setiap akhir pekan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai Jalan H.R. Rasuna Said memiliki potensi mobilitas publik yang tinggi sehingga cocok menjadi kawasan HBKB baru (Investortrust.id, 2026).

Rekayasa Lalu Lintas CFD Rasuna Said Disiapkan Dishub DKI

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan enam skema rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan di sekitar kawasan CFD Rasuna Said. Bernard Pasaribu selaku Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menyatakan bahwa pengalihan arus kendaraan dilakukan karena CFD di Sudirman dan Thamrin tetap berlangsung pada waktu yang sama (Liputan6.com, 2026).

Pengalihan arus kendaraan meliputi beberapa rute utama berikut:

  • Arus Manggarai menuju Tanah Abang dialihkan melalui Jalan Sultan Agung dan Jalan Galunggung.
  • Arus Tanah Abang menuju Manggarai dialihkan melalui Jalan RM Margono Djojohadikusumo.
  • Arus Menteng menuju Kuningan dialihkan melalui Jalan Kuningan Persada dan Jalan Casablanca.
  • Arus Kuningan menuju Menteng diarahkan melalui Jalan Prof. Dr. Satrio dan Jalan Setiabudi.
  • Arus Tanah Abang menuju Kampung Melayu dialihkan melalui Jalan KH Mas Mansyur.
  • Arus Kampung Melayu menuju Tanah Abang dialihkan melalui Jalan Raya Casablanca.

Dishub DKI Jakarta meminta masyarakat menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Pemerintah daerah juga melakukan sosialisasi rekayasa lalu lintas kepada masyarakat sebelum pelaksanaan CFD Rasuna Said berlangsung (Tangselpos.id, 2026).

Penutupan Jalan CFD Rasuna Said Dimulai Lebih Awal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai penutupan Jalan H.R. Rasuna Said lebih awal dibandingkan pelaksanaan CFD reguler. Bernard Pasaribu menyatakan bahwa penutupan jalan dimulai pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB untuk mendukung kelancaran acara dan keselamatan masyarakat (Liputan6.com, 2026).

Kebijakan tersebut bertujuan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat yang ingin berolahraga, berjalan kaki, dan menikmati suasana bebas kendaraan bermotor. Pemerintah daerah juga memperkirakan jumlah pengunjung meningkat karena lokasi CFD baru berada di kawasan bisnis dan perkantoran Jakarta Selatan.

Faktor yang mendorong penutupan lebih awal meliputi:

  • Tingginya mobilitas masyarakat pada akhir pekan.
  • Antisipasi kepadatan kendaraan di kawasan Kuningan.
  • Persiapan area pedestrian dan pengamanan jalan.
  • Dukungan terhadap rangkaian HUT Jakarta ke-499.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap masyarakat dapat mematuhi pengaturan lalu lintas selama CFD berlangsung agar aktivitas warga tetap berjalan tertib dan aman.

Titik Parkir CFD Rasuna Said untuk Pengunjung

Dishub DKI Jakarta menyediakan beberapa titik parkir resmi di sekitar kawasan CFD Rasuna Said. Pemerintah daerah menargetkan fasilitas parkir tersebut dapat mengurangi parkir liar dan mempermudah akses pengunjung menuju area kegiatan (Liputan6.com, 2026).

Lokasi parkir yang disiapkan meliputi:

  • Kawasan Pasar Festival dan GOR Sumantri.
  • Kawasan Rasuna Epicentrum.
  • Area Setiabudi One.
  • Gedung Nyi Ageng Serang.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebut total kapasitas parkir mencapai ribuan satuan ruang parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Pemerintah daerah juga tetap mengoperasikan layanan transportasi umum seperti Transjakarta dan LRT Jabodebek untuk mendukung mobilitas masyarakat (Investortrust.id, 2026).

CFD Rasuna Said Dorong Ruang Publik Ramah Masyarakat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai CFD Rasuna Said dapat memperluas ruang publik yang sehat dan ramah masyarakat. Kawasan Jalan H.R. Rasuna Said selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas bisnis dan perkantoran dengan tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi.

Pelaksanaan HBKB memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati ruang jalan tanpa kendaraan bermotor. Pemerintah daerah juga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas udara dan penggunaan transportasi umum.

Manfaat CFD Rasuna Said bagi masyarakat meliputi:

  • Meningkatkan kualitas udara di kawasan perkotaan.
  • Menambah ruang aktivitas olahraga masyarakat.
  • Mengurangi polusi kendaraan bermotor.
  • Mendukung gaya hidup sehat warga Jakarta.
  • Menghidupkan aktivitas ekonomi UMKM sekitar lokasi.

Kegiatan CFD juga membuka peluang interaksi sosial antarwarga di kawasan perkotaan yang padat aktivitas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai konsep ruang publik terbuka menjadi bagian penting dalam pembangunan kota modern.

Dukungan Korlantas dan Pengamanan CFD Rasuna Said

Korlantas Polri bersama aparat kepolisian daerah mendukung pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama pelaksanaan CFD Rasuna Said. Aparat kepolisian menempatkan personel di sejumlah titik persimpangan untuk membantu kelancaran arus kendaraan dan keamanan masyarakat.

Petugas lapangan juga memberikan arahan kepada pengendara terkait jalur alternatif yang dapat digunakan selama penutupan jalan berlangsung. Pemerintah daerah memastikan ambulans dan kendaraan darurat tetap dapat melintas menuju rumah sakit sekitar kawasan Rasuna Said (Liputan6.com, 2026).

Langkah pengamanan meliputi:

  • Penempatan personel di titik pengalihan arus.
  • Pengawasan area pedestrian dan jalur olahraga.
  • Pengaturan kendaraan darurat menuju rumah sakit.
  • Sosialisasi rekayasa lalu lintas kepada masyarakat.

Koordinasi antara Dishub DKI Jakarta dan aparat kepolisian bertujuan menjaga kelancaran aktivitas warga selama CFD berlangsung. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mengikuti arahan petugas agar kegiatan berjalan kondusif.

CFD Rasuna Said menjadi langkah baru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di ibu kota. Pemerintah daerah menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengamanan, dan fasilitas parkir untuk mendukung kelancaran kegiatan pada 10 Mei 2026. Kehadiran kawasan CFD baru tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang lebih sehat, nyaman, dan ramah masyarakat.

Pembaca dapat mengikuti informasi terbaru mengenai transportasi, kebijakan publik, dan perkembangan kota Jakarta melalui artikel lain di Negeri Kami. Pembaca juga dapat menemukan berita terkini mengenai rekayasa lalu lintas, kegiatan masyarakat, dan agenda pemerintah daerah melalui berbagai artikel informatif lainnya di Negeri Kami.

Referensi

/ Search /

/ Artikel Lainnya /