KBRI Tripoli Pamerkan Budaya Indonesia di Festival Malam Ramadan Kota Tua Libya, Pengunjung Dibuat Kagum

KBRI Tripoli Pamerkan Budaya Indonesia di Festival Malam Ramadan Kota Tua Libya, Pengunjung Dibuat Kagum

Raka Saputra

Last Updated: 6 March 2026, 00:00

Bagikan:

KBRI Tripoli di Festival Malam Ramadan
Budaya Indonesia tampil memikat dalam Festival Malam Ramadan di Kota Tua Tripoli, saat KBRI Tripoli memperkenalkan batik, alat musik tradisional, hingga pertunjukan hadrah dan pencak silat kepada masyarakat Libya. Sumber gambar: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Table of Contents

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli memperkenalkan kekayaan seni budaya Nusantara dalam Festival Malam Ramadan yang digelar di kawasan Kota Tua Tripoli, Libya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Libya (detikHikmah, 2026).

Festival tersebut berlangsung selama beberapa hari dan menghadirkan berbagai pertunjukan serta pameran budaya. Kehadiran stan Indonesia menarik perhatian banyak pengunjung yang penasaran dengan keragaman tradisi dan seni khas Nusantara (detikHikmah, 2026).

KBRI Tripoli Tampilkan Budaya Indonesia di Festival Ramadan

Partisipasi KBRI Tripoli dalam Festival Malam Ramadan di Kota Tua Tripoli menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan budaya tersebut. Festival ini digelar pada 4–8 Maret 2026 dan berlangsung setiap malam mulai pukul 22.00 hingga 02.00 waktu setempat (detikHikmah, 2026).

Dalam acara tersebut, KBRI Tripoli membuka stan yang menampilkan berbagai unsur budaya Indonesia. Pengunjung dapat melihat langsung kain batik dan tenun yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Nusantara (detikHikmah, 2026).

Selain itu, sejumlah alat musik tradisional Indonesia juga dipamerkan untuk memperkenalkan kekayaan seni musik tanah air kepada masyarakat Libya. Beberapa alat musik yang ditampilkan antara lain angklung, gamelan, dan kolintang (detikHikmah, 2026).

Kehadiran alat musik tradisional ini menarik perhatian pengunjung festival. Banyak dari mereka yang berhenti di stan Indonesia untuk melihat lebih dekat serta mempelajari bagaimana alat musik tersebut dimainkan (Kementerian Luar Negeri RI, 2026).

Pertunjukan Hadrah dan Pencak Silat oleh Mahasiswa Indonesia

Selain pameran budaya, festival ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang melibatkan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Libya.

Para mahasiswa tersebut menampilkan hadrah, sebuah seni musik bernuansa religi yang sering dimainkan dalam berbagai kegiatan keagamaan di Indonesia (detikHikmah, 2026).

Tidak hanya itu, pengunjung festival juga dapat menyaksikan demonstrasi pencak silat, seni bela diri tradisional Indonesia yang telah dikenal luas sebagai warisan budaya Indonesia (detikHikmah, 2026).

Pertunjukan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Banyak pengunjung terlihat antusias menyaksikan penampilan tersebut karena dianggap unik dan berbeda dari pertunjukan budaya yang biasa mereka lihat (Kementerian Luar Negeri RI, 2026).

Diplomasi Budaya Indonesia di Libya

Kegiatan ini menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di luar negeri. Festival seperti ini memungkinkan masyarakat internasional mengenal identitas nasional secara lebih dekat (Kementerian Luar Negeri RI, 2026).

Budaya kerap menjadi jembatan komunikasi antarbangsa. Melalui seni, musik, dan tradisi, masyarakat dari latar belakang berbeda dapat saling memahami tanpa hambatan bahasa.

Kehadiran KBRI Tripoli dalam Festival Malam Ramadan juga menegaskan komitmen Indonesia mempererat hubungan dengan masyarakat Libya sambil menampilkan kekayaan budaya Nusantara (Kementerian Luar Negeri RI, 2026).

Antusiasme Pengunjung Festival

Stan budaya Indonesia menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi dalam festival tersebut. Banyak pengunjung tertarik melihat alat musik tradisional dan kain khas Indonesia (detikHikmah, 2026).

Beberapa pengunjung bahkan berinteraksi langsung dengan mahasiswa Indonesia di stan untuk mengetahui lebih jauh budaya yang ditampilkan (Kementerian Luar Negeri RI, 2026).

Antusiasme ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya efektif untuk memperkenalkan sebuah negara kepada masyarakat dunia.

Partisipasi KBRI Tripoli dalam Festival Malam Ramadan di Kota Tua Tripoli menjadi contoh nyata diplomasi budaya. Melalui pameran seni, pertunjukan budaya, dan interaksi dengan masyarakat, Indonesia berhasil memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat Libya.

Untuk mengetahui lebih banyak berita menarik seputar budaya, kota, dan perkembangan masyarakat Indonesia, pembaca dapat menjelajahi berbagai artikel lainnya di Negeri Kami yang menghadirkan informasi inspiratif dari berbagai daerah dan komunitas.

Referensi

/ Search /

/ Artikel Lainnya /