Pakaian Aesan Paksangko, Rahasia Kemegahan Busana Adat Palembang yang Sarat Filosofi

Pakaian Aesan Paksangko, Rahasia Kemegahan Busana Adat Palembang yang Sarat Filosofi

Last Updated: 20 February 2026, 13:06

Bagikan:

Pakaian Aesan Paksangko Adat
Keanggunan Pakaian Aesan Paksangko bukan sekadar tradisi, tetapi simbol kemuliaan dan kebanggaan budaya Palembang yang tetap lestari hingga kini. Sumber gambar: Pinterest

Pakaian Aesan Paksangko merupakan salah satu busana adat khas Palembang, Sumatera Selatan, yang hingga kini masih digunakan dalam prosesi pernikahan adat. Busana ini dikenal dengan dominasi warna merah dan emas yang memancarkan kesan anggun sekaligus berwibawa.

Di balik kemegahannya, Pakaian Aesan Paksangko menyimpan nilai sejarah panjang yang berkaitan dengan Kesultanan Palembang Darussalam. Setiap detail busana, mulai dari kain songket hingga aksesori kepala, memiliki makna filosofis yang mencerminkan identitas dan martabat masyarakat Palembang.

Sejarah Pakaian Aesan Paksangko dalam Tradisi Palembang

Pakaian Aesan Paksangko berkembang pada masa Kesultanan Palembang Darussalam dan menjadi salah satu simbol identitas masyarakat setempat. Busana ini dikenal sebagai pakaian adat yang lebih sederhana dibandingkan Aesan Gede, namun tetap menampilkan kemewahan khas Palembang.

Aesan Paksangko termasuk jenis pakaian adat Palembang yang umum digunakan dalam pernikahan dan memiliki ciri khas warna merah serta penggunaan songket emas (Kumparan, 2023).

Busana adat Palembang, termasuk Aesan Paksangko, dipengaruhi budaya Melayu dan nilai Islam yang berkembang pada masa kesultanan (Media Indonesia, 2024).

Keberadaan Pakaian Aesan Paksangko hingga kini menunjukkan kuatnya tradisi lokal yang terus diwariskan secara turun-temurun.

Filosofi dalam Pakaian Aesan Paksangko

Kemegahan Pakaian Aesan Paksangko tidak hanya terletak pada tampilannya, tetapi juga pada makna simboliknya.

Warna merah yang dominan melambangkan keberanian, kebahagiaan, dan semangat hidup dalam membangun rumah tangga. Sementara itu, warna emas pada songket dan aksesori mencerminkan kemuliaan serta harapan akan kesejahteraan (Kumparan, 2023).

Motif songket yang digunakan umumnya berbentuk flora atau geometris. Motif tersebut melambangkan pertumbuhan, keharmonisan, dan kesinambungan generasi. Ragam hias dalam busana adat Palembang menjadi simbol status sosial sekaligus identitas budaya daerah (Media Indonesia, 2024) .

Komponen Utama Pakaian Aesan Paksangko

Secara umum, Pakaian Aesan Paksangko terdiri atas beberapa bagian penting.

Busana Pengantin Perempuan

Pengantin perempuan mengenakan baju kurung atau kebaya berbahan beludru yang dihiasi sulaman emas. Busana tersebut dipadukan dengan kain songket khas Palembang yang dililit rapi hingga membentuk siluet anggun.

Aksesori yang dikenakan cukup beragam, seperti mahkota, kalung bertingkat, gelang, serta pending atau ikat pinggang emas. Setiap aksesori memiliki makna kehormatan dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga (Kumparan, 2023).

Busana Pengantin Pria

Pengantin pria mengenakan busana lengan panjang yang dipadukan dengan kain songket dan penutup kepala tradisional. Warna yang digunakan serasi dengan busana pengantin perempuan agar mencerminkan kesatuan dan keharmonisan.

Busana ini menonjolkan kesederhanaan yang tetap elegan. Oleh karena itu, Aesan Paksangko sering dianggap sebagai representasi keseimbangan antara keindahan dan nilai spiritual.

Eksistensi Pakaian Aesan Paksangko di Era Modern

Di tengah modernisasi, Pakaian Aesan Paksangko tetap bertahan sebagai simbol budaya Palembang. Busana ini tidak hanya digunakan dalam pernikahan adat, tetapi juga dalam acara resmi, festival budaya, dan promosi pariwisata daerah.

Beberapa desainer lokal mulai melakukan inovasi tanpa menghilangkan unsur tradisionalnya. Meski terdapat penyesuaian pada bahan dan teknik pembuatan, ciri khas warna merah dan emas tetap dipertahankan sebagai identitas utama.

Pelestarian Pakaian Aesan Paksangko menjadi tanggung jawab bersama. Dukungan pemerintah daerah, pelaku budaya, serta generasi muda sangat diperlukan agar warisan ini tidak tergerus zaman.

Pakaian Aesan Paksangko bukan sekadar busana adat pernikahan. Lebih dari itu, ia merupakan simbol kemuliaan, identitas, dan kebanggaan masyarakat Palembang yang telah diwariskan lintas generasi.

Ingin mengenal lebih banyak kekayaan budaya Nusantara? Temukan artikel budaya lainnya hanya di Negeri Kami dan perluas wawasan Anda tentang tradisi Indonesia yang penuh makna.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Sumatera Selatan

Pakaian Adat

Sumatera Selatan

Budaya

Budaya Lainnya