Tari Tidayu Kalimantan Barat menjadi salah satu simbol kuat keharmonisan masyarakat multietnis di wilayah tersebut. Tarian ini merepresentasikan perpaduan budaya Tionghoa, Dayak, dan Melayu yang hidup berdampingan, khususnya di Kota Singkawang.
Di tengah keberagaman yang ada, Tari Tidayu hadir sebagai wujud nyata toleransi dan persatuan. Tidak hanya ditampilkan dalam festival budaya, tarian ini juga kerap menjadi bagian dari penyambutan tamu penting dan agenda resmi pemerintahan.
Mengenal Tari Tidayu Kalimantan Barat
Asal Usul dan Makna Nama
Tari Tidayu Kalimantan Barat berasal dari akronim tiga etnis besar yang mendominasi wilayah tersebut, yaitu Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Konsep ini lahir sebagai simbol kerukunan masyarakat Singkawang yang dikenal sebagai kota dengan tingkat keberagaman tinggi.
Nama Tidayu kemudian diadopsi menjadi identitas tarian yang menggambarkan keharmonisan antaretnis. Setiap unsur gerak dalam tarian ini mencerminkan karakter budaya masing-masing suku yang dipadukan secara selaras.
Gerakan dan Unsur Budaya dalam Tari Tidayu Kalimantan Barat
Perpaduan Tiga Karakter Budaya
Tari Tidayu Kalimantan Barat memadukan gerakan khas Dayak yang tegas dan dinamis, sentuhan Melayu yang lembut serta penuh tata krama, dan unsur Tionghoa yang lincah serta ekspresif. Perpaduan ini menciptakan komposisi tari yang unik dan sarat makna sosial.
Dalam berbagai kesempatan resmi, Tari Tidayu ditampilkan sebagai tarian penyambutan. Tarian ini pernah dipentaskan untuk menyambut kunjungan pejabat tinggi sebagai bentuk penghormatan adat dan budaya daerah (Antara Kalbar, 2025).
Gerakan yang harmonis tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan latar belakang budaya dapat menyatu dalam satu panggung yang sama tanpa kehilangan identitas masing-masing.
Fungsi Sosial Tari Tidayu Kalimantan Barat
Tarian Penyambutan dan Representasi Identitas
Tari Tidayu Kalimantan Barat sering ditampilkan dalam acara resmi pemerintahan, festival budaya, hingga peringatan hari besar daerah. Fungsinya bukan sekadar hiburan, melainkan representasi identitas masyarakat multietnis di Kalimantan Barat.
Tari Tidayu menjadi cerminan kehidupan sosial masyarakat Singkawang yang plural. Tarian ini memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya dirayakan secara terbuka dan positif (Kumparan, 2024).
Media Edukasi Budaya bagi Generasi Muda
Selain tampil dalam acara resmi, Tari Tidayu juga diajarkan kepada generasi muda melalui sanggar seni dan kegiatan sekolah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan nilai toleransi dan kebersamaan tetap diwariskan.
Dengan demikian, Tari Tidayu tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Nilai persatuan yang terkandung di dalamnya menjadi pelajaran penting di tengah dinamika sosial modern.
Perkembangan Tari Tidayu Kalimantan Barat di Era Modern
Di era digital, eksistensi Tari Tidayu semakin dikenal luas melalui media sosial dan dokumentasi pertunjukan budaya. Pemerintah daerah dan komunitas seni turut mempromosikan tarian ini sebagai bagian dari identitas pariwisata budaya Kalimantan Barat. (Antara Kalbar, 2025)
Meski mengalami adaptasi dalam tata panggung dan kostum, esensi Tari Tidayu tetap dipertahankan. Nilai keharmonisan tiga etnis menjadi ruh utama yang tidak dihilangkan.
Tari Tidayu Kalimantan Barat bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol kuat persatuan Tionghoa, Dayak, dan Melayu dalam satu harmoni gerak. Tarian ini memperlihatkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan budaya yang membanggakan.
Ikuti terus artikel budaya lainnya di Negeri Kami untuk mengenal lebih dalam kekayaan seni dan tradisi Nusantara. Temukan cerita menarik tentang tarian daerah, warisan adat, dan dinamika budaya Indonesia yang penuh warna.
Referensi

