Tari Bentang Banten menjadi salah satu karya tari daerah yang mulai kembali dikenal publik melalui berbagai pertunjukan budaya dan kegiatan pendidikan seni di Provinsi Banten. Meski tidak sepopuler beberapa tarian tradisional lain, tarian ini memiliki nilai artistik dan budaya yang kuat sebagai bagian dari upaya pelestarian seni lokal.
Di tengah arus modernisasi, munculnya kembali Tari Bentang Banten menjadi sinyal positif bahwa kesenian daerah masih memiliki tempat di masyarakat. Peran sanggar seni, akademisi, dan komunitas budaya menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi tarian ini agar tetap hidup dan berkembang (Satelitnews, 2022).
Sejarah Singkat Tari Bentang Banten
Tari Bentang Banten dikenal sebagai salah satu tari kreasi yang lahir dari pengembangan seni tradisi masyarakat Banten. Tarian ini diciptakan oleh pelaku seni yang aktif melestarikan budaya daerah melalui sanggar seni. Salah satunya adalah Sanggar Wanda Banten yang berdiri sejak 1995 dan menghasilkan berbagai karya tari daerah (Satelitnews, 2022).
Sanggar Wanda Banten telah menciptakan puluhan karya tari yang terinspirasi dari nilai budaya lokal, termasuk Tari Bentang Banten. Kehadiran karya tersebut menjadi bagian dari strategi pelestarian budaya sekaligus bentuk inovasi agar seni tari tetap relevan di era modern (Satelitnews, 2022).
Karakteristik Gerak dalam Tari Bentang Banten
Sebagai tari kreasi berbasis tradisi, Tari Bentang Banten memadukan gerak khas Banten dengan pendekatan koreografi modern. Tarian ini memiliki ragam gerak simbolik, termasuk gerakan bernuansa silat yang mencerminkan kekuatan serta identitas masyarakat setempat (UPI Repository, 2021).
Selain itu, tarian ini juga memiliki nilai estetika yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan seni. Pelatihan Tari Bentang Banten kepada pengajar seni budaya terbukti membantu meningkatkan penguasaan materi tari daerah sekaligus memperkuat pemahaman nilai budaya lokal (UPI Repository, 2021).
Fungsi Sosial dan Budaya Tari Bentang Banten
Tari Bentang Banten tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau pertunjukan seni, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat. Dalam berbagai kegiatan budaya, tarian ini kerap digunakan sebagai sarana pengenalan identitas daerah sekaligus media pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami warisan tradisi.
Keberadaan sanggar seni menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan tari daerah. Salah satunya Sanggar Wanda Banten yang secara konsisten melakukan pembinaan penari dari berbagai kelompok usia serta membawa karya seni mereka tampil di tingkat nasional hingga internasional (Satelitnews, 2024).
Upaya Pelestarian dan Tantangan di Era Modern
Meski memiliki nilai budaya yang tinggi, pelestarian Tari Bentang Banten menghadapi berbagai tantangan di era digital. Perubahan selera generasi muda serta dominasi budaya populer global menuntut seni tradisi untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan diminati.
Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari integrasi dalam pendidikan formal, penyelenggaraan festival budaya, hingga kolaborasi dengan komunitas kreatif. Strategi tersebut bertujuan agar tari tradisional tidak hanya menjadi artefak masa lalu, melainkan tetap hidup sebagai bagian dari identitas budaya yang dinamis dan berkembang.
Peran Pendidikan dan Komunitas Seni
Referensi

