Pakaian adat tulang bawang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Lampung yang memiliki nilai sejarah dan filosofi mendalam. Busana tradisional ini sering digunakan dalam berbagai upacara adat, terutama pernikahan dan acara kebesaran masyarakat Lampung.
Selain berfungsi sebagai identitas budaya, pakaian adat ini juga mencerminkan struktur sosial serta nilai kehidupan masyarakat Lampung. Setiap unsur pakaian dan aksesori yang digunakan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kehormatan, kesucian, serta harapan kesejahteraan.
Apa Itu Pakaian Adat Tulang Bawang
Pakaian adat tulang bawang merupakan busana tradisional masyarakat Lampung yang berasal dari wilayah Tulang Bawang. Busana ini dikenal sebagai salah satu pakaian adat utama di Lampung dan biasanya digunakan pada acara adat penting seperti pernikahan (Kompas.com, 2021).
Pakaian adat Lampung sendiri terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Pepadun dan Saibatin. Kedua jenis pakaian ini memiliki bentuk yang hampir sama, tetapi dibedakan berdasarkan warna serta simbol budaya yang melekat (Detik.com, 2023).
Komponen Pakaian Adat Tulang Bawang
Pakaian Adat Tulang Bawang untuk Pria
Pakaian adat tulang bawang untuk pria cenderung sederhana tetapi tetap sarat makna. Busana pria umumnya terdiri dari baju lengan panjang berwarna putih atau merah dan celana panjang hitam.
Selain itu, terdapat sarung tumpal yang dililitkan pada bagian pinggang hingga lutut. Sarung ini merupakan kain khas Lampung yang ditenun menggunakan benang emas. Busana pria juga dilengkapi dengan khikat akhir atau selendang yang dikenakan di pundak (Kompas.com, 2021).
Aksesori lain yang digunakan antara lain kalung papan jajar, kalung buah jukum, selempang pinang, gelang burung, serta ikat pinggang yang dilengkapi keris. Aksesori tersebut memiliki makna simbolis seperti doa keselamatan dan harapan keturunan.
Pakaian Adat Tulang Bawang untuk Perempuan
Busana perempuan pada pakaian adat tulang bawang memiliki ornamen yang lebih kompleks dan dekoratif. Salah satu komponen utama adalah baju selappai yang berbentuk tanpa lengan dengan hiasan rumbai.
Selain itu, terdapat baju bebe yang dihiasi sulaman berbentuk bunga teratai. Sulaman tersebut melambangkan keindahan dan kesucian perempuan dalam tradisi Lampung (Kompas.com, 2021).
Perempuan juga mengenakan siger sebagai mahkota emas khas Lampung. Siger memiliki makna keagungan adat serta melambangkan sembilan suku yang menjadi bagian awal masyarakat Lampung (Tribratanews Lampung, 2024).
Aksesori lain yang digunakan meliputi subang, kalung ringgit, kalung buah jukum, dan selempang pinang. Setiap aksesori menunjukkan status sosial serta nilai budaya masyarakat setempat.
Makna Filosofis Pakaian Adat Tulang Bawang
Pakaian adat tulang bawang tidak hanya berfungsi sebagai busana tradisional, tetapi juga memiliki makna filosofis mendalam. Warna putih pada busana Pepadun melambangkan kesucian dan kedamaian, sedangkan warna merah pada Saibatin mencerminkan keberanian dan kewibawaan (Detik.com, 2023).
Selain itu, penggunaan aksesori seperti siger dan kalung tradisional melambangkan kedudukan sosial, kehormatan, serta harapan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat adat.
Pakaian adat tulang bawang merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lampung yang terus dilestarikan hingga sekarang. Keindahan desain serta makna simbolis yang terkandung di dalamnya menjadikan busana ini sebagai salah satu warisan budaya yang bernilai tinggi.
Untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai budaya Nusantara lainnya, pembaca dapat mengunjungi berbagai artikel budaya menarik lainnya di Negeri Kami.
Referensi

