Aturan Adat Baduy Dalam dan Baduy Luar: Larangan Ketat, Filosofi Hidup, dan Cara Bertahan dari Modernisasi

Aturan Adat Baduy Dalam dan Baduy Luar: Larangan Ketat, Filosofi Hidup, dan Cara Bertahan dari Modernisasi

Last Updated: 3 February 2026, 15:50

Bagikan:

Aturan Adat Baduy Dalam dan Luar
Di tengah arus modernisasi, aturan adat Baduy Dalam dan Baduy Luar tetap menjadi benteng kearifan lokal yang menjaga harmoni manusia dan alam hingga hari ini. Sumber gambar: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Suku Baduy merupakan salah satu komunitas adat paling dikenal di Indonesia yang hingga kini tetap menjaga tradisi leluhur secara konsisten. Masyarakat adat ini tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan hidup dengan aturan adat yang mengikat seluruh aspek kehidupan sehari-hari (ANTARA News, 2025).

Dalam praktiknya, masyarakat Baduy terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Keduanya sama-sama berpegang pada aturan adat Baduy, namun memiliki perbedaan signifikan dalam penerapan larangan, penerimaan teknologi, serta interaksi dengan dunia luar (ANTARA News, 2025).

Memahami Aturan Adat Baduy dan Filosofinya

Aturan adat Baduy dikenal dengan istilah pikukuh karuhun, yaitu seperangkat aturan turun-temurun yang wajib ditaati oleh seluruh masyarakat adat. Aturan ini tidak tertulis, namun memiliki kekuatan sosial dan spiritual yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Baduy (Hukumonline, 2022).

Filosofi utama dalam pikukuh karuhun adalah menjaga keseimbangan alam dan kehidupan. Prinsip hidup sederhana, tidak merusak lingkungan, serta menolak perubahan yang dianggap mengganggu harmoni menjadi dasar utama aturan adat Baduy (ANTARA News, 2025).

Perbedaan Aturan Adat Baduy Dalam dan Baduy Luar

Aturan Adat Baduy Dalam yang Sangat Ketat

Baduy Dalam merupakan kelompok yang paling ketat dalam menjalankan aturan adat Baduy. Mereka menutup diri dari pengaruh modern dan menjaga kemurnian tradisi leluhur secara penuh (ANTARA News, 2025).

Beberapa larangan utama yang berlaku di Baduy Dalam antara lain larangan menggunakan alat elektronik, kendaraan bermotor, serta alas kaki. Selain itu, masyarakat Baduy Dalam diwajibkan mengenakan pakaian adat berwarna putih atau hitam yang dibuat secara tradisional tanpa mesin (Kompas.com, 2019).

Interaksi dengan orang luar juga sangat dibatasi. Wisatawan dilarang mengambil foto atau video di wilayah Baduy Dalam sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan adat dan kehidupan spiritual mereka (Kompas.com, 2019).

Aturan Adat Baduy Luar yang Lebih Fleksibel

Berbeda dengan Baduy Dalam, Baduy Luar menerapkan aturan adat Baduy dengan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi. Masyarakat Baduy Luar masih memegang nilai-nilai adat, namun mulai menerima sebagian pengaruh modern secara terbatas (ANTARA News, 2025).

Baduy Luar diperbolehkan menggunakan alat transportasi tertentu, mengenakan pakaian dengan variasi warna, serta berinteraksi lebih terbuka dengan masyarakat luar. Mereka juga aktif dalam kegiatan ekonomi seperti berdagang hasil kerajinan dan pertanian (Detikcom, 2017).

Larangan Teknologi dalam Aturan Adat Baduy

Larangan penggunaan teknologi menjadi ciri khas paling menonjol dalam aturan adat Baduy. Khususnya di Baduy Dalam, penggunaan telepon genggam, listrik, dan peralatan modern dianggap dapat merusak tatanan hidup serta keseimbangan alam (Kompas.com, 2019).

Rumah-rumah adat Baduy dibangun tanpa paku dan bahan modern. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara tradisional sebagai wujud ketaatan terhadap pikukuh karuhun yang melarang perubahan struktur alam dan lingkungan sekitar (ANTARA News, 2025).

Peran Pemimpin Adat dalam Menjaga Aturan

Keberlangsungan aturan adat Baduy dijaga oleh pemimpin adat yang disebut pu’un. Pu’un memiliki otoritas tertinggi dalam menentukan kebijakan adat, menyelesaikan pelanggaran, serta memimpin ritual adat penting (Hukumonline, 2022).

Sanksi adat diberlakukan bagi siapa pun yang melanggar aturan. Bentuk sanksi bisa berupa teguran adat hingga penyitaan barang modern yang dianggap melanggar ketentuan adat, terutama di wilayah Baduy Dalam (Kompas.com, 2021).

Aturan adat Baduy menjadi bukti nyata bahwa masyarakat adat mampu mempertahankan identitas dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Perbedaan penerapan aturan antara Baduy Dalam dan Baduy Luar menunjukkan cara unik komunitas ini beradaptasi tanpa meninggalkan nilai leluhur.

Untuk mengetahui lebih banyak kisah menarik seputar budaya, adat, dan tradisi Nusantara, jangan lewatkan artikel-artikel lainnya di Negeri Kami yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya.

Referensi

Search

Video

Budaya Detail

Banten

Adat Istiadat

Banten

Budaya

Budaya Lainnya