Kain Cual: Kain Kebanggaan Masyarakat Bangka yang Memikat

Kain Cual: Kain Kebanggaan Masyarakat Bangka yang Memikat

Last Updated: 30 January 2026, 06:00

Bagikan:

kain cual
Foto: Indonesia Kaya

Kain Cual – Kain khas Bangka yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Saat ini, tekstil tradisional ini juga digunakan sebagai seragam di beberapa sekolah dasar dan kantor pemerintahan, menegaskan perannya dalam kehidupan sosial dan budaya Bangka Belitung.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, kain ini merupakan adaptasi dari songket Palembang yang dibawa dan dikembangkan di Bangka. Sejak awal diperkenalkan, tekstil tersebut telah menjadi simbol identitas daerah dan bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Sejarah dan Asal-usul Kain Cual

Kain khas ini pertama kali berkembang di Kota Muntok, Bangka, sekitar abad ke-17. Kain ini diperkenalkan oleh kakek buyut pendiri Toko Kain Cual Ishadi yang berada di Pangkalpinang. Seiring waktu, kain ini dikenal luas sebagai kain khas Provinsi Bangka Belitung dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat.

Kain ini memiliki berbagai motif khas, seperti kembang gajah, bunga cina, naga bertarung, dan burung hong. Beberapa motif dibuat menggunakan benang sutra, sementara ada juga yang memakai benang emas 18 karat, sehingga kualitas dan nilai seni kain ini sangat tinggi. Motif-motif tersebut tidak hanya mempercantik kain, tetapi juga menegaskan identitas budaya Bangka.

Harga Kain Cual

Harga kain ini bervariasi, mulai dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah, tergantung motif dan bahan kain. Jenis kain yang paling mahal adalah kain songket Cual, yang bisa mencapai harga Rp15 juta per helai. Harga ini mencerminkan kerumitan motif dan kualitas bahan yang digunakan.

Tempat Membeli Kain

Di Bangka, terdapat sejumlah toko yang khusus menjual kain khas ini. Salah satu yang terkenal adalah Toko Kain Cual Ishadi, berlokasi di Jalan Ahmad Yani No.46, Pangkalpinang. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat beragam koleksi, termasuk kain yang telah berusia ratusan tahun dan diwariskan dari kakek buyut pemilik toko, yang juga berperan memperkenalkan kain ini kepada masyarakat Bangka Belitung.

Penutup

Kain Cual bukan sekadar kain tradisional, tetapi simbol kebanggaan masyarakat Bangka yang menegaskan identitas budaya lokal. Keunikan motif dan kualitas bahan menjadikannya karya seni yang memikat serta patut dilestarikan hingga kini.

Simak juga berita budaya menarik lainnya di Negeri Kami, dan temukan inspirasi seputar warisan budaya Indonesia. Pelestarian kain khas Bangka ini menjadi wujud kebanggaan daerah sekaligus upaya menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi.

Search

Video

Budaya Detail

Bangka Belitung

Pakaian Adat

Kota Muntok

Budaya

Budaya Lainnya