Tari Batu Cino: Kisah Cinta Sejati dan Legenda Empat Lawang

Tari Batu Cino: Kisah Cinta Sejati dan Legenda Empat Lawang

Last Updated: 26 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari batu cino
Foto: Indonesia Kaya

Tari Batu Cino – Hadir sebagai pementasan dramatari yang mengangkat legenda cinta sejati Jaka dan Hasnah dari Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Pertunjukan ini menjadi sarana pelestarian budaya dan edukasi bagi generasi muda.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, adegan pembuka menampilkan seorang nenek duduk di atas bale bambu bersama dua cucunya. Mereka meminta dongeng pengantar tidur, dan nenek kemudian menceritakan perjalanan Jaka dan Hasnah menghadapi berbagai rintangan demi mempertahankan cinta mereka.

Kisah Cinta Jaka dan Hasnah

Kisah Jaka dan Hasnah terkenal sebagai simbol cinta sejati. Jaka dan Hasnah telah mengikat janji untuk membangun rumah tangga bersama, namun Jaka merasa belum mampu memenuhi janjinya sehingga memutuskan merantau ke negeri seberang untuk mencari nafkah.

Beberapa waktu setelah kepergian Jaka, seorang pedagang kaya dari Palembang datang ke Empat Lawang. Terpesona oleh kecantikan Hasnah, pedagang tersebut berniat memaksanya menikah. Hasnah menolak, memicu kemarahan pedagang hingga mengancam warga. Saat itu Jaka kembali dan berhasil menyelamatkan Hasnah, mengalahkan pedagang tersebut, dan akhirnya keduanya menikah, menunaikan janji cinta sejati mereka.

Legenda dalam Tari Batu Cino

Sebagai pementasan seni, tari batu cino membutuhkan banyak penari untuk memerankan nenek, cucu, warga kampung, Jaka, Hasnah, pedagang, dan pasukan. Setting panggung berubah-ubah mengikuti alur cerita, lengkap dengan perahu layar untuk menghadirkan suasana konflik yang hidup.

Para penari perempuan mengenakan baju kurung dan kain songket khas Sumatera Selatan, sementara penari pria mengenakan baju emas dengan kain songket senada. Drama tari ini memadukan unsur tari, musik, dan drama, melibatkan penari, musikus, aktor, koreografer, dan sutradara.

Adaptasi legenda Batu Cino ke dalam dramatari bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya melestarikan budaya. Pementasan ini memperkenalkan folklor Sumatera Selatan kepada masyarakat luas, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur seperti kesetiaan, keteguhan hati, dan perjuangan meraih impian.

Penutup

Tari Batu Cino menghidupkan legenda Jaka dan Hasnah dengan cara yang visual dan emosional, membuat penonton merasakan nilai cinta sejati dan kesetiaan. Dramatari ini menjadi sarana untuk mengenalkan budaya Empat Lawang kepada generasi muda.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Sumatera Selatan dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Sumatera Selatan

Tarian

Kabupaten Empat Lawang

Budaya

Budaya Lainnya