Tari Soya-Soya: Jejak Perlawanan Sejarah Rakyat Ternate

Tari Soya-Soya: Jejak Perlawanan Sejarah Rakyat Ternate

Last Updated: 26 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari soya-soya
Foto: Indonesia Kaya

Tari Soya-Soya – Tarian tradisional dari Kesultanan Ternate yang lahir dari peristiwa sejarah besar perlawanan rakyat terhadap penjajahan Portugis. Tarian ini tidak hanya hadir sebagai pertunjukan seni, tetapi juga menjadi simbol keberanian, sikap pantang menyerah, dan semangat juang yang melekat kuat dalam identitas masyarakat Ternate.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, latar sejarah tersebut menjadikan tari soya-soya sebagai warisan budaya yang penuh nilai kepahlawanan. Setiap gerakan, busana, dan properti yang digunakan merekam kisah perjuangan rakyat Ternate dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Sejarah Lahirnya Tari Soya-Soya

Tari soya-soya berakar dari peristiwa tragis pembunuhan Sultan Khairun oleh bangsa Portugis. Peristiwa tersebut memicu kemarahan rakyat Ternate dan menjadi awal serangan besar-besaran terhadap Benteng Kastella yang berlangsung pada 1570 hingga 1583. Di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah, rakyat Ternate bangkit dan berhasil mengusir Portugis dari wilayahnya.

Perjuangan heroik tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah karya tari yang disebut tari soya-soya. Kata “soya-soya” dimaknai sebagai “pantang menyerah” dan juga dapat diartikan sebagai “penjemputan”, merujuk pada misi penjemputan jenazah Sultan Khairun yang menjadi simbol pemantik perlawanan. Tarian ini menjadi pengingat akan kemenangan rakyat Ternate dalam mempertahankan harga diri dan tanah airnya.

Jumlah dan Komposisi Penari Tari Soya-Soya

Soya-soya dibawakan secara berkelompok dengan jumlah penari minimal tiga orang atau lebih, dan harus berjumlah ganjil. Tidak ada ketentuan pasti mengenai jumlah penari, namun angka ganjil memiliki makna simbolis yang kuat.

Jumlah ganjil tersebut melambangkan pasukan perang yang berjumlah genap, ditambah satu orang kapitan atau komandan yang memimpin misi penjemputan. Semakin banyak penari yang terlibat, tarian ini akan terasa semakin megah dan mampu menghadirkan suasana pasukan yang siap berperang dengan lebih kuat dan dramatis.

Gerakan Tari dan Perlengkapan Perang

Berbeda dengan tarian tradisional dari Jawa yang dominan menggunakan gerakan tangan, soya-soya merupakan tarian yang sangat mengandalkan kekuatan dan kecepatan gerakan kaki. Para penari menampilkan hentakan kaki yang cepat, tegas, dan penuh energi.

Gerakan ini mencerminkan semangat pasukan Sultan Baabullah yang pantang menyerah dalam menghadapi penjajah Portugis. Untuk memperkuat nuansa heroik, para penari menggunakan perlengkapan perang tradisional seperti pedang (ngana-ngana), bambu berhias daun palem (woka), serta perisai kayu (salawaku). Seluruh penari yang merupakan laki-laki juga menampilkan mimik wajah garang dan penuh semangat juang, seolah berada langsung di medan pertempuran.

Busana dan Makna Gerakan Tari Soya-Soya

Busana penari umumnya berupa setelan berwarna putih yang dipadukan dengan sabuk merah yang disilangkan di dada. Warna merah melambangkan keberanian dan semangat perjuangan, sementara warna putih merepresentasikan ketulusan dan pengorbanan.

Sebagai pelengkap, penari mengenakan ikat kepala berwarna kuning yang disebut taqoa. Taqoa merupakan simbol penting bagi prajurit perang Ternate. Gerakan dalam tarian menggambarkan adegan peperangan seperti menyerang, menangkis, dan mengelak. Rangkaian gerakan ini dirancang untuk membangun suasana heroik sehingga pesan perjuangan dapat tersampaikan secara kuat kepada penonton.

Tari Soya-Soya sebagai Identitas Rakyat Ternate

Soya-soya bukan sekadar tarian daerah, melainkan identitas kolektif masyarakat Kesultanan Ternate yang dikenal berani, tangguh, dan pantang menyerah. Tarian ini menjadi simbol kebanggaan sekaligus pengingat akan sejarah perlawanan yang membentuk karakter masyarakatnya.

Di era modern, soya-soya sering ditampilkan sebagai tarian penyambutan bagi tamu-tamu penting yang berkunjung ke Ternate. Kehadirannya dalam berbagai acara adat dan resmi menunjukkan bahwa semangat perjuangan rakyat Ternate terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Penutup

Tari soya-soya adalah warisan budaya yang merekam secara hidup sejarah perlawanan rakyat Ternate terhadap penjajahan. Melalui gerak, busana, dan makna yang dikandungnya, tarian ini menjadi simbol abadi semangat juang dan keberanian yang tidak pernah padam.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Maluku Utara dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Maluku Utara

Tarian

Kota Ternate

Budaya

Budaya Lainnya