Malbi – Hidangan semur yang berasal dari Palembang dan menyerupai semur daging sapi. Makanan ini berwarna gelap seperti rendang dan bercita rasa manis dan gurih. Hidangan ini sering hadir dalam berbagai perayaan dan acara keluarga, terutama saat Idul Fitri maupun pernikahan, dan juga menjadi sajian istimewa pada acara besar.
Berdasarkan catatan dari Wikipedia, malbi sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang. Hidangan ini awalnya disajikan untuk Sultan Mahmud Badaruddin I dan para pejabat kesultanan. Dimasak perlahan dengan rempah pilihan, kuahnya kental dan bumbu meresap sempurna ke dalam daging. Beberapa versi menambahkan santan atau kerisik, sehingga setiap gigitan menghadirkan rasa manis dan gurih yang khas.
Sejarah Malbi
Malbi dipercaya merupakan hasil akulturasi budaya Arab, India, dan Melayu. Hidangan ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang dan awalnya disajikan kepada Sultan Mahmud Badaruddin I beserta pejabat kesultanan setelah shalat Jumat. Pembuatan awalnya dipercayakan kepada orang Arab dan India karena kesamaan agama, selera, dan rempah yang digunakan. Saat ini, malbi menjadi hidangan yang biasa hadir dalam perayaan besar atau acara keluarga.
Bahan dan Proses Memasak Malbi
Bahan utamanya adalah daging sapi yang dimasak bersama bumbu seperti asam jawa, bawang merah, bawang putih, batang serai, daun salam, jahe, lengkuas, cengkih, merica, kayu manis (mesoyi), pala, dan kecap manis. Beberapa resep menambahkan santan atau kerisik untuk menambah aroma dan cita rasa gurih. Proses memasak malbi dilakukan secara perlahan hingga bumbu meresap dan kuah mengental. Versi tradisional biasanya menggunakan air saja, tetapi ada pula yang menambahkan santan untuk rasa lebih gurih.
Penyajian Malbi
Malbi biasanya disajikan dengan nasi minyak, kerupuk, sambal nanas, dan acar. Dengan kuah yang kental dan rempah yang kaya, hidangan ini juga cocok dinikmati bersama nasi putih atau ketupat sayur, menjadikannya sajian istimewa untuk tamu maupun keluarga.
Penutup
Malbi adalah contoh kuliner Palembang yang kaya rasa, sejarah, dan rempah. Menikmati kuliner ini berarti merasakan warisan budaya yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang, sekaligus menghargai tradisi kuliner lokal, keunikan resep turun-temurun, dan kekayaan rempah nusantara yang melekat dalam setiap hidangan.
Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.



