Rumah Baghi: Rumah Tradisional Besemah Tanpa Paku & Jendela

Rumah Baghi: Rumah Tradisional Besemah Tanpa Paku & Jendela

Last Updated: 18 January 2026, 06:00

Bagikan:

rumah baghi
Foto: Wikipedia

Rumah Baghi – Rumah adat masyarakat Besemah yang berada di Desa Tegurwangi, di kaki Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatra Selatan. Rumah adat ini dikenal juga dengan sebutan ghumah baghi dan telah digunakan sejak ratusan tahun lalu oleh para nenek moyang masyarakat Besemah.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, berdiri di tengah hamparan sawah yang menguning, rumah baghi menjadi penanda sejarah sekaligus identitas budaya masyarakat setempat. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan sistem sosial dan nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Ciri Khas Rumah Baghi

Ciri khas bangunan ini terlihat jelas pada bentuk atapnya yang meruncing menyerupai tanduk. Sekilas, bentuk atap tersebut mengingatkan pada rumah adat Minangkabau atau Toraja, namun dengan tingkat keruncingan yang lebih landai. Penutup atap dibuat dari ijuk atau serabut pohon aren, sementara kerangkanya menggunakan bambu. Pemilihan material alami ini mencerminkan pemanfaatan sumber daya sekitar yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pegunungan di kawasan Pagaralam.

Konstruksi Rumah Baghi

Keunikan utamanya terletak pada sistem konstruksinya yang tidak menggunakan paku. Seluruh bagian rangka bangunan disambung menggunakan pasak kayu dengan teknik lubang dan alur yang saling mengunci.

Papan-papan dinding dipasang pada kerangka melalui lubang alur sebagai pengunci. Sejak awal, rumah baghi juga dibuat tanpa jendela dan hanya memiliki satu daun pintu yang terletak di bagian tengah. Daun pintu tersebut terbuat dari selembar kayu dengan engsel berupa sumbu di bagian atas dan bawah.

Bahan utama bangunan ini adalah kayu pulai yang diperoleh dari hutan. Terdapat dua versi cerita mengenai proses pengumpulan kayu ini. Versi pertama menyebutkan bahwa kayu dibawa oleh roh halus yang didatangkan saat pembangunan rumah, sedangkan versi lainnya menyebutkan kayu diangkut dengan bantuan hewan ternak seperti sapi atau kerbau.

Tata Ruang Rumah Baghi

Bagian dalam rumah tidak memiliki sekat atau kamar. Meski demikian, lantai di dalam ruangan terbagi menjadi dua tingkat. Lantai yang lebih tinggi berada di bagian depan dan diperuntukkan bagi meraje, yaitu keluarga dari garis keturunan laki-laki seperti kakek, wak, dan paman.

Sementara itu, lantai yang lebih rendah digunakan oleh anak belai, yakni keturunan perempuan beserta suami dan anak cucu. Pembagian ruang ini menunjukkan bahwa masyarakat adat Besemah menganut sistem kekerabatan patrilineal atau garis keturunan laki-laki.

Secara keseluruhan, rumah baghi terdiri dari tiga ukuran, yaitu kecil, sedang, dan besar. Perbedaan ukuran tersebut menjadi penunjuk status sosial pemiliknya, yang juga diperkuat melalui corak dan ornamen rumah.

Warisan Budaya yang Perlu Dijaga

Rumah baghi mencerminkan tingginya daya cipta, seni, dan pengetahuan masyarakat Besemah sejak ratusan tahun lalu. Hal ini terlihat dari teknik konstruksi tanpa paku, pemilihan bahan bangunan, serta bentuk dan ornamen rumah yang memiliki nilai estetika.

Fakta bahwa rumah baghi di Desa Tegurwangi masih berdiri kokoh hingga kini menunjukkan kualitas arsitektur tradisional tersebut. Namun, keberadaannya membutuhkan perhatian dan upaya pelestarian dari pemerintah daerah dan masyarakat luas agar warisan budaya ini tetap terjaga dan dikenal oleh generasi mendatang.

Penutup

Rumah baghi bukan sekadar rumah adat, melainkan simbol sejarah, identitas, dan sistem sosial masyarakat Besemah. Keunikannya sebagai rumah tradisional tanpa paku dan jendela menjadikannya salah satu kekayaan budaya Nusantara yang bernilai tinggi.

Simak berita menarik seputar budaya dan arsitektur Indonesia di Negeri Kami, serta temukan beragam cerita inspiratif tentang warisan budaya Nusantara. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang tradisi lokal yang kaya makna dan penuh nilai sejarah.

Search

Video

Budaya Detail

Sumatera Selatan

Rumah Adat

Kota Pagar Alam / Kecamatan Dempo Utara / Desa Tegurwangi

Budaya

Budaya Lainnya