Pacuan Kuda: Tradisi Gayo yang Tetap Lestari di Takengon Aceh

Pacuan Kuda: Tradisi Gayo yang Tetap Lestari di Takengon Aceh

Last Updated: 16 January 2026, 06:00

Bagikan:

pacuan kuda
Foto: Indonesia Kaya

Pacuan Kuda Tradisional Gayo – Tradisi budaya yang telah lama hidup dan tetap lestari di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Tradisi ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Gayo dan terus dipertahankan hingga kini sebagai warisan budaya daerah.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah masyarakat di dataran tinggi Gayo. Tradisi tersebut digelar sebagai bagian dari siklus kehidupan agraris, khususnya setelah masa panen hasil pertanian.

Sejarah Pacuan Kuda

Pacuan kuda di Takengon telah ada sejak masa kolonial Belanda. Pada masa itu, perlombaan ini diselenggarakan setelah masyarakat menyelesaikan masa panen hasil pertanian. Tradisi tersebut kemudian diwariskan secara turun-temurun dan tetap dijalankan dengan pola yang relatif sama hingga sekarang.

Waktu Pelaksanaan

Tradisi ini digelar dua kali setiap tahun di Kabupaten Aceh Tengah. Pelaksanaan pertama berlangsung pada bulan Februari dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Takengon. Pelaksanaan kedua digelar pada bulan September untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua agenda ini menjadi momen budaya yang selalu dinantikan masyarakat.

Keunikan Pacuan Kuda

Keunikannya terletak pada para joki yang dikenal sebagai joki cilik. Umumnya, mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan menunggang kuda tanpa menggunakan pelana. Kuda yang digunakan merupakan hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda Gayo. Kuda-kuda tersebut awalnya berpostur kecil, namun kini telah berkembang menjadi lebih tinggi dan kuat.

Penutup

Pacuan kuda tradisional Gayo di Takengon Aceh menjadi bukti bahwa warisan budaya mampu bertahan di tengah perubahan zaman, sekaligus terus dijaga sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Gayo. Keberlanjutan tradisi ini mencerminkan komitmen masyarakat setempat dalam merawat nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya tentang adat istiadat dan tradisi budaya Indonesia di Negeri Kami. Mari lestarikan warisan budaya dan kearifan lokal melalui tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat, seperti pacuan kuda tradisional Gayo dan beragam adat budaya Nusantara lainnya.

Search

Video

Budaya Detail

Aceh

Adat Istiadat

Kabupaten Aceh Tengah

Budaya

Budaya Lainnya