Tari Pendet: Dari Ritual Suci hingga Sambutan yang Memikat Bali

Tari Pendet: Dari Ritual Suci hingga Sambutan yang Memikat Bali

Last Updated: 19 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari pendet
Foto: Indonesia Kaya

Tari Pendet – Awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak dipentaskan di pura, tempat ibadah umat Hindu di Bali. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia dan menunjukkan penghormatan kepada para dewa. Seiring perkembangan zaman, tarian ini berkembang menjadi tari penyambutan, tetap mengandung unsur sakral, dan dikoreografikan secara modern oleh I Wayan Rindi bersama Ni Ketut Reneng.

Tarian ini dapat dibawakan oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, dewasa maupun gadis, dengan pola gerak yang lebih dinamis dibandingkan Tari Rejang. Menurut Wikipedia, Tari Pendet biasanya ditampilkan setelah Tari Rejang di halaman pura, menghadap pelinggih, dengan membawa perlengkapan upacara seperti sangku, kendi, cawan, dan sesajen, sehingga tetap mempertahankan makna ritualnya sekaligus menarik bagi penonton.

Sejarah Tari Pendet

Sejak tahun 1950, Tari Pendet mulai dipentaskan dan dianggap sebagai tahun kelahirannya oleh para ahli seni pertunjukan Bali. Pada 1961, I Wayan Beratha, seorang seniman perintis sendratari Bali, mengolah kembali tarian ini dengan menambahkan gerakan dan jumlah penari. Kemudian pada 1967, maestro tari I Wayan Rindi memodifikasi Tari Pendet menjadi tarian sakral yang dapat dipentaskan di pura pada acara keagamaan. Awalnya, tarian ini berfungsi untuk memuja para dewa-dewi yang berdiam di pura selama upacara. Seiring perkembangan zaman, kebutuhan hiburan juga meningkat, sehingga Tari Pendet kini juga berperan sebagai tari hiburan dan penyambutan tamu.

Kontroversi Pendet 2009

Tarian ini menjadi sorotan media Indonesia setelah tampil dalam program televisi Enigmatic Malaysia di Discovery Channel. Pemerintah Malaysia menyatakan tidak bertanggung jawab atas iklan tersebut karena dibuat oleh Discovery Channel Singapura. Discovery TV kemudian mengirimkan surat permohonan maaf kepada kedua negara dan menegaskan bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas penayangan program tersebut. Meskipun permohonan maaf telah disampaikan, insiden ini sempat memicu sentimen anti-Malaysia di Indonesia.

Penghargaan Tari Pendet

Tarian ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan tak benda, menunjukkan pentingnya pelestarian budaya Bali. Pengakuan ini menegaskan bahwa tarian ini tetap relevan dan dihargai dalam konteks modern.

Penutup

Tari Pendet bukan sekadar hiburan, tetapi warisan budaya yang penuh makna spiritual dan estetika. Melalui gerakan yang anggun dan simbol persembahan, tarian ini mengajarkan pentingnya menjaga tradisi sambil tetap relevan di era modern.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya Bali dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

Bali

Tarian

-

Budaya

Budaya Lainnya