Ngaben Bali: Upacara Hindu Penuh Makna dan Filosofi Hidup

Ngaben Bali: Upacara Hindu Penuh Makna dan Filosofi Hidup

Last Updated: 8 December 2025, 03:00

Bagikan:

ngaben bali - upacara hindu penuh makna dan filosofi hidup
Foto: Wikipedia

Ngaben – Upacara Hindu yang dilakukan di Bali dan termasuk Pitra Yad, yaitu upacara untuk leluhur. Upacara ini bertujuan membebaskan roh dari belenggu duniawi agar dapat bersatu dengan Tuhan dan menempuh perjalanan selanjutnya.

Prosesi ini menjadi momen sakral bagi keluarga untuk merenungi perjalanan hidup dan bagi masyarakat untuk memperkuat ikatan sosial serta budaya. Menurut Wikipedia, tradisi ini menegaskan penghormatan terhadap leluhur sekaligus makna spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Jenis-jenis Ngaben

Ngaben terdiri dari beberapa jenis sesuai kondisi jenazah dan tujuan upacara:

  • Ngaben Sawa Wedana: Untuk jenazah yang masih utuh, biasanya 3 – 7 hari setelah kematian. Jenazah ditempatkan di balai adat dan diperlakukan seperti masih hidup.
  • Ngaben Asti Wedana: Melibatkan kerangka jenazah yang pernah dikubur, disertai upacara ngagah untuk menggali kembali kuburan dan mengupacarai tulang-belulang.
  • Swasta: Upacara tanpa jenazah, jenazah disimbolkan dengan kayu cendana berisi aksara magis, biasanya karena jenazah tidak ditemukan atau meninggal jauh dari kampung halaman.
  • Ngelungah: Untuk anak yang belum tanggal gigi.
  • Warak Kruron: Untuk bayi.

Tujuan Ngaben

Ngaben memiliki makna filosofis yang mendalam:

  • Membebaskan roh dari belenggu duniawi agar dapat bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam).
  • Mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta ke asalnya agar tidak menghalangi perjalanan roh.
  • Menjadi simbol ikhlas dan pelepasan bagi pihak keluarga.

Rangkaian Upacara

Beberapa tahap penting dalam upacara ngaben antara lain:

  • Ngulapin: Memanggil roh mendiang sesuai tradisi setempat.
  • Nyiramin/Ngemandusin: Memandikan jenazah dengan simbol-simbol khusus untuk mengembali kan fungsi bagian tubuh yang tidak digunakan.
  • Ngajum Kajang: Menekan kajang berisi aksara magis tiga kali sebagai simbol kesatuan hati dari keluarga.
  • Ngaskara: Penyucian roh agar dapat bersatu dengan Tuhan.
  • Mameras: Dilaksanakan jika mendiang memiliki cucu, simbol doa dan karma baik.
  • Papegatan: Memutus hubungan duniawi dengan simbol benang putih, yang artinya tanda ikhlas melepas mendiang.
  • Pakiriman/Memargi ke Setra: Pengusungan jenazah ke kuburan dengan arak-arakan dan iringan musik tradisional, berputar tiga kali di beberapa titik sebagai simbol perpisahan.
  • Ngeseng: Pembakaran jenazah dan pengumpulan tulang ke dalam buah kelapa gading.
  • Nganyud: Menghanyutkan abu ke laut atau sungai sebagai simbol pembersihan roh.
  • Makelud/Ngaroras: Akan dilaksanakan 12 hari setelah pembakaran untuk menyucikan lingkungan keluarga dan melepaskan Ekadasa Indrya.

Ngaben Massal

Ngaben massal dilakukan oleh banyak pihak sekaligus, misalnya satu klan atau desa. Cara ini dianggap lebih efisien dan ekonomis, sekaligus mempererat solidaritas sosial masyarakat Bali.

Penutup

Ngaben Bali adalah upacara sakral dengan filosofi hidup mendalam yang mengajarkan kesucian, ikhlas, dan kebersamaan. Upacara ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan pengingat akan siklus kehidupan.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya tentang budaya Indonesia dan upacara tradisional di Negeri Kami. Mari lestarikan tradisi dan filosofi hidup bangsa melalui pengetahuan dan pengalaman nyata.

Search

Video

Budaya Detail

Bali

Acara Sakral

Kabupaten Gianyar / Kecamatan Ubud / Desa Mas

Budaya

Budaya Lainnya