Kerak Telor: Kuliner Ikonik Khas Betawi yang Penuh Nilai Budaya

Kerak Telor: Kuliner Ikonik Khas Betawi yang Penuh Nilai Budaya

Last Updated: 3 December 2025, 03:00

Bagikan:

kerak telor - kuliner ikonik khas betawi yang penuh nilai budaya
Foto: Pinterest / Dapur KOBE

Kerak Telor – Kuliner tradisional asli Betawi yang dibuat dari beras ketan putih, telur ayam atau bebek, ebi, bawang goreng, serta bumbu halus dari kelapa sangrai dan rempah khas. Hidangan ini memiliki rasa gurih khas dan proses memasak unik tanpa minyak yang menjadikannya ikon kuliner Jakarta.

Sebagai bagian dari kreativitas masyarakat Betawi, kerak telor memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Menurut Wikipedia, makanan ini masih dapat ditemui hingga kini, terutama di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, dan tetap menjadi favorit pengunjung yang ingin merasakan kuliner autentik khas Betawi.

Sejarah Kerak Telor

Mulai dikenal pada tahun 1920-an dan tercipta secara tidak sengaja oleh masyarakat Betawi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pada masa itu, kelapa merupakan bahan yang sangat melimpah sehingga masyarakat mencoba mengolahnya menjadi berbagai makanan. Dari percobaan tersebut, terciptalah campuran ketan, telur, ebi, dan kelapa sangrai yang kemudian menjadi kerak telor.

Popularitasnya meningkat pesat pada era Gubernur Ali Sadikin di tahun 1970-an ketika kuliner Betawi mulai dipromosikan secara besar-besaran. Pedagang semakin banyak menjual kerak telor di titik keramaian seperti sekitar Monumen Nasional (Monas). Pada masa penjajahan Belanda, makanan ini termasuk hidangan mahal dan hanya dinikmati kalangan atas. Namun seiring waktu, masyarakat Betawi menjualnya dengan harga terjangkau agar dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Proses Pembuatan

Kerak telor dibuat dari beras ketan putih yang direndam, kemudian dicampur dengan telur ayam atau bebek. Ebi atau udang kering yang diasinkan ditambahkan untuk menghadirkan rasa gurih. Adonan ini diberi taburan bawang merah goreng serta bumbu halus berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, kunyit, serai, merica, garam, dan gula pasir.

Keunikan paling khas dari makanan ini adalah teknik memasaknya. Adonan dimasak dalam wajan kecil di atas bara api. Ketika bagian bawah mengering, wajan dibalik sehingga adonan menempel dan matang tanpa menggunakan minyak. Hasilnya adalah kerak renyah di bagian bawah dan rasa gurih lembut di bagian atas.

Makna Budaya di Balik Kerak Telor

Memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai sosial masyarakat Betawi. Hidangan ini melambangkan kepemimpinan yang menyatukan perbedaan. Rempah-rempah dan bahan lainnya diibaratkan sebagai beragam sifat individu, sementara telur menjadi simbol pemimpin yang menyatukan semuanya. Nilai ini menggambarkan budaya Betawi yang menjunjung kebersamaan dalam keberagaman.

Kerak Telor di Ruang Kota Jakarta

Hingga saat ini, kerak telor masih dapat ditemui dengan mudah di beberapa titik kota, terutama di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Para pedagang tetap mempertahankan cara memasak tradisional yang membuat cita rasanya tetap autentik. Kehadiran makanan ini juga menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Betawi secara langsung.

Tidak hanya di ruang publik, kuliner tradisional ini juga menjadi ikon wajib dalam berbagai acara budaya Betawi seperti Pekan Raya Jakarta. Keberadaannya memperkuat identitas kuliner Betawi dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Jakarta.

Kerak Telor sebagai Warisan Kuliner Betawi

Sebagai kuliner yang bertahan hampir satu abad, kerak telor kini diakui sebagai bagian penting warisan budaya Betawi. Bahan tradisional, teknik memasak khas, serta keberadaannya yang terus terjaga membuat makanan ini menjadi simbol identitas masyarakat Betawi.

Pelestarian kuliner tradisional Betawi ini didukung melalui berbagai kegiatan, seperti festival kuliner, acara budaya, hingga edukasi bagi generasi muda. Keistimewaan rasa maupun nilai filosofis yang terkandung di dalamnya menjadikannya penting untuk terus dijaga sebagai bagian dari warisan kuliner Indonesia.

Penutup

Kerak telor bukan saja hidangan tradisional, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah dan identitas budaya Betawi. Melalui cita rasa yang khas dan proses pembuatan tradisional, kuliner ini tetap bertahan sebagai ikon Jakarta yang memikat banyak orang.

Simak berita menarik lainnya tentang kuliner, budaya, dan kreativitas generasi muda di Negeri Kami. Temukan juga inspirasi baru dan kisah seru yang memperkaya wawasan serta semangat kreatifmu.

Search

Video

Budaya Detail

DKI Jakarta

Kuliner

Kota Jakarta / Jakarta Barat / Kota Tua

Budaya

Budaya Lainnya