57 Warisan Budaya Takbenda dari Jawa Tengah, Indonesia Masih Punya yang Bisa Menyaingi?

57 Warisan Budaya Takbenda dari Jawa Tengah, Indonesia Masih Punya yang Bisa Menyaingi?

Aprillia Pradana

Last Updated: 18 December 2025, 12:49

Bagikan:

jawa tengah 57 warisan
Table of Contents

 

Kalau budaya Indonesia adalah lomba lari, Jawa Tengah sedang sprint sendirian, sementara banyak daerah lain masih sibuk mengikat tali sepatu.

Tahun 2025, Kementerian Kebudayaan menetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Dari jumlah itu, 57 berasal dari Jawa Tengah. Angka ini bukan cuma besar, ini mencolok. Terlalu mencolok untuk diabaikan.

Pertanyaannya jadi tidak nyaman, tapi perlu diajukan:
Apakah Jawa Tengah memang paling kaya budaya, atau daerah lain terlalu santai sampai budayanya nyaris tak terdengar?

Artikel ini tidak akan menggurui. Ia hanya mengajak kita duduk sejenak, menatap angka-angka, dan bertanya: apa yang sebenarnya sedang kita jaga, dan apa yang kita biarkan hilang diam-diam?

Budaya yang Hidup, Bukan Sekadar Dipajang

Jawa Tengah bukan hanya rajin mengusulkan budaya ke pusat. Ia menghidupkannya.
Budaya di sini tidak menunggu festival nasional. Ia hadir di dapur, di halaman rumah, di tembang yang dinyanyikan pelan, di tradisi yang mungkin terlihat sederhana tapi terus diwariskan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari kebiasaan “nguri-uri budaya”. Bukan jargon. Tapi praktik sehari-hari.

Dan mungkin di sinilah bedanya. Banyak daerah bangga saat budaya mereka viral. Jawa Tengah bangga karena budayanya tetap hidup meski tidak viral.

Ilir-ilir: Lagu Lama yang Menampar Zaman Baru

Dari 57 WBTbI itu, Tembang Ilir-ilir dari Demak mencuri perhatian. Lagu yang sering dianggap “lagu anak-anak” ini kini sedang diproses menuju Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO.

Ironis, ya?
Di saat generasi sekarang sibuk mencari identitas lewat tren global, justru lagu tua ini yang pelan-pelan naik ke panggung dunia. Berapa banyak budaya lokal lain yang sebenarnya layak diakui dunia, tapi keburu kita anggap kuno?

Jawa Tengah Bukan Paling Sempurna, Tapi Paling Siap

Secara total, Jawa Tengah memiliki 215 WBTbI (2013–2025), berada di bawah DI Yogyakarta yang memiliki 245. Tapi pada 2025, Jawa Tengah menyalip semua provinsi lain.

Ini bukan soal siapa paling hebat. Ini soal siapa paling siap. Namun, apakah daerah lain benar-benar kekurangan budaya, atau hanya kurang kemauan?

Budaya Bukan Beban, Tapi Mesin Ekonomi

Ada anggapan lama bahwa budaya itu mahal, ribet, dan tidak menghasilkan. Jawa Tengah membantah itu pelan-pelan, tapi konsisten.

Dari seni pertunjukan, kuliner, hingga ritual adat, semuanya punya potensi ekonomi kreatif. Bukan dengan menghilangkan makna, tapi dengan memberi ruang hidup yang layak.

Saat budaya dirawat, ia memberi balik. Masalahnya, tidak semua daerah mau sabar menunggu hasilnya.

Indonesia Kaya Budaya, Tapi Miskin Perhatian

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut bahwa 2.727 WBTbI (2013–2025) masih jauh dari potensi budaya Indonesia yang sesungguhnya.

Artinya, yang belum tercatat jauh lebih banyak. Dan yang tidak tercatat, pelan-pelan menghilang tanpa pernah dikenang.

Di sinilah ironi terbesar Indonesia:
kita bangga disebut negara kaya budaya, tapi sering lupa menjaganya sebelum benar-benar hilang.

Penutup

57 Warisan Budaya Takbenda dari Jawa Tengah bukan sekadar prestasi daerah.
Ini peringatan nasional.

Bahwa budaya tidak akan bertahan hanya karena kita mengaku mencintainya. Ia bertahan karena diperjuangkan, dicatat, dan diwariskan.

Jawa Tengah sudah melangkah. Sekarang daerah lain mau menyusul, atau puas jadi penonton sejarah?

Tags:

/ Search /

/ Artikel Lainnya /