Tari Yapong: Tarian Kontemporer Betawi yang Sangat Dinamis

Tari Yapong: Tarian Kontemporer Betawi yang Sangat Dinamis

Last Updated: 29 January 2026, 06:00

Bagikan:

tari yapong
Foto: Indonesia Kaya

Tari Yapong – Tarian kontemporer Betawi yang diciptakan seniman Bagong Kussudiardja. Tarian ini lahir dari adegan sendratari Pangeran Jayakarta pada perayaan HUT ke-450 Jakarta dan berkembang menjadi tarian lepas yang menggambarkan kegembiraan serta pergaulan masyarakat Betawi.

Berdasarkan catatan dari Indonesia Kaya, tarian ini menampilkan gerakan dinamis, dipadu dengan musik tradisional Betawi dan elemen gamelan Jawa. Tarian ini kini menjadi bagian penting dari kebudayaan Jakarta dan sering dipentaskan dalam berbagai acara seni dan budaya.

Sejarah dan Asal-usul Tari Yapong

Tari yapong berawal dari permintaan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk membuat pagelaran tari massal bertema perjuangan Pangeran Jayakarta. Bagong melakukan riset tiga bulan, membaca buku sejarah, mempelajari foto dan film, serta mengamati masyarakat Betawi dan berdiskusi dengan budayawan untuk menciptakan sendratari Pangeran Jayakarta.

Adegan menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta menampilkan penari rakyat kecil yang menari riang sambil berteriak “ya…ya…ya”, dengan musik yang terdengar “pong…pong…pong”. Dari sinilah nama tari yapong berasal. Usai pementasan, adegan ini dikembangkan menjadi tarian lepas yang dapat dibawakan satu penari, beberapa penari, hingga massal.

Karakteristik Gerakan Tari Yapong

Gerak tari yapong sangat dinamis, bertumpu pada tangan dan kaki, dengan perpindahan penari dari satu titik ke titik lain yang sering terjadi. Beberapa gerakan khas antara lain megol lembehan kanan, enjer loncat, singgetan ngigel, dan gerak yapong. Gerakan ini diperkaya dengan variasi dari tari rakyat Betawi, unsur tari pop, serta tarian dari Sumatra.

Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari perempuan, tetapi penari laki-laki juga bisa ikut. Formasinya biasanya lima sampai sepuluh penari berjajar simetris, menampilkan gerakan seragam sekaligus fleksibel sesuai kebutuhan pertunjukan.

Musik dan Kostum Tari Yapong

Musik pengiring awalnya berupa rebana biyang dan gambang kromong, dipadukan dengan gamelan Jawa. Seiring waktu, musik pengiring berkembang dan tetap menghadirkan irama yang semangat, sejalan dengan gerakan tarian.

Kostum penari menampilkan busana berwarna terang dengan kain batik Betawi di bagian bawah, mahkota bunga di kepala, dan selempang di dada. Kombinasi ini menunjukkan pengaruh budaya Betawi dan Tionghoa dalam tarian yapong.

Fungsi dan Popularitas

Meskipun merupakan tarian kontemporer, tari yapong eksis sebagai tarian Betawi yang sering dipentaskan di acara kebudayaan. Tarian ini berfungsi sebagai hiburan sekaligus media edukasi untuk memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi muda. Variasi gerakannya membuat tarian ini mudah diterima dan digemari, terutama kalangan remaja.

Penutup

Tari yapong adalah contoh tarian kontemporer yang tetap mempertahankan akar budaya Betawi. Dinamika gerak, kostum berwarna cerah, dan musik yang semangat membuatnya menjadi tarian yang memikat dan relevan untuk generasi muda.

Simak berita budaya dan tarian tradisional menarik lainnya di Negeri Kami. Temukan juga ragam cerita inspiratif seputar warisan budaya DKI Jakarta dan Indonesia.

Search

Video

Budaya Detail

DKI Jakarta

Tarian

Kota Jakarta

Budaya

Budaya Lainnya